Indeks Komnas Ham

Misteri Satu Nama Korban Tewas dalam Kerusuhan 22 Mei
Polisi menyebut ada sembilan korban dalam kerusuhan itu, tapi mereka tak mau mengungkap identitas korban, lebih-lebih penyebab kematian mereka.

Beban Sejarah Tambah Panjang jika Pelaku 22 Mei Tak Terungkap
Indonesia punya banyak beban sejarah pelanggaran HAM masa lalu. Daftarnya akan semakin panjang jika kematian sembilan orang dalam kerusuhan 22 Mei tak juga terungkap.

Lambatnya Pengungkapan Kasus Kematian 9 Orang dalam Rusuh 22 Mei
Hingga kini, kepolisian belum mengungkap penyebab kematian 9 orang dalam kerusuhan 21-22 Mei serta siapa pelakunya. Bahkan, satu korban belum diketahui identitasnya.

Komnas HAM: 26 Tahun Tumpul karena Politik & Undang-Undang
Kendati sudah berumur lebih dari seperempat abad, Undang-Undang membuat sepak terjang Komnas HAM sedikit banyak terbentur.

Kapolsek Kebon Jeruk Bantah Larang Ayah Harun Lapor ke Komnas HAM
Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu menyatakan tidak pernah melarang Didin Wahyudin mengadu ke Komnas HAM.

Komnas HAM Minta LPSK Lindungi Keluarga Korban Kerusuhan 22 Mei
Komnas HAM akan meminta LPSK untuk memberikan perlindungan bagi keluarga korban kerusuhan 21-22 Mei. Selain itu, Komnas HAM juga akan berkoordinasi dengan KPAI.

Ayah Korban Kerusuhan 22 Mei Mengaku Ditekan Polsek Kebon Jeruk
Ayah Harun, salah satu korban kerusuhan 21-22 Mei, yakni Didin Wahyudin mengaku mendapatkan tekanan dari aparat Polsek Kebon Jeruk.

Komnas HAM Akan Berkoordinasi untuk Usut Kasus 22 Mei
Komnas HAM juga akan berkoordinasi dengan kepolisian seperti tim Laboratorium Forensik untuk menyelidiki soal peluru tajam.

Komnas HAM Tolak Gabung TPF Korban 21-22 Mei Bentukan Polri
Komnas HAM menolak bergabung dengan TPF terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019 karena ingin mempertahankan independensinya.

Komnas HAM akan Bentuk Tim untuk Selidiki Korban Aksi 21-22 Mei
Komnas HAM juga akan melibatkan tiga tim ahli. Seperti Mantan Ketua Komnas HAM, Murzaki Darusman, Mantan duta besar Indonesia untuk PBB, Makari Wibisono, serta Anita Wahid yang memiliki kemampuan soal menangani soal hoaks dan ujaran kebencian.

Tim Advokasi Laporkan Dugaan Pelanggaran HAM Korban Aksi 22 Mei
Tim Advokasi Korban Tragedi 21-22 Mei 2019 melaporkan dugaan pelanggaran HAM terhadap korban tragedi aksi tersebut ke Komnas HAM.

YLBHI Pertanyakan Investigasi Polri Soal Kematian Korban 22 Mei
Asfinawati menyesalkan Polri sudah mengklaim tidak ada penggunaan peluru tajam oleh aparat di saat tim investigasi kepolisian belum selesai mengusut penyebab kematian korban aksi 21-22 Mei.

Komnas HAM Sesalkan Keterlibatan Anak dalam Aksi 22 Mei
Ahmad Taufan Damanik menyesalkan banyaknya remaja yang terlibat dan menjadi korban dalam aksi 22 Mei kemarin.

Komnas HAM Pantau Tim Bentukan Polri Usut Dalang Kerusuhan 22 Mei
Komnas HAM belum berencana membentuk tim khusus mengusut kerusuhan Aksi 22 Mei. Saat ini, masih dalam tahap memantau proses pengusutan oleh Polri.

Kondisi Korban Kerusuhan 22 Mei di RSCM Menurut Pantauan Komnas HAM
Komnas HAM memantau kondisi para korban kerusuhan aksi 22 Mei yang dirawat di RSCM.

Komnas HAM Janjikan Usut Kasus Kericuhan Aksi 22 Mei Dalam 1 Bulan
Saat ini Komnas HAM terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan, termasuk SOP pengamanan dan pengendalian massa dari semalam sampai dini hari

Komnas HAM Temui Sejumlah Korban Luka Tembak di RSUD Tarakan
Sejumlah korban aksi 22 Mei 2019 ditemui oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan di RSUD Tarakan.

Komnas HAM Belum Temukan Indikasi Tindak Pidana Kejahatan Pemilu
Komnas HAM sampai saat ini belum menemukan indikasi tindak pidana yang mengarah pada kejahatan pemilu dalam penyelenggaraan pemilu.

Kuasa Hukum Polisi Gay Minta Komnas HAM jadi Ahli Sidang PTUN
Komnas HAM belum bersikap atas permintaan jadi ahli dalam gugatan polisi gay di Kota Semarang.

Komnas HAM Terjunkan Tim Selidiki Kekerasan Terhadap Massa May Day
Tim ini akan terjun ke Bandung guna menghubungi korban dan saksi kekerasan. Selain itu, tim juga akan meminta keterangan terhadap aparat kepolisian Bandung.
Masuk tirto.id








