Menuju konten utama

Komnas HAM Sesalkan Keterlibatan Anak dalam Aksi 22 Mei

Ahmad Taufan Damanik menyesalkan banyaknya remaja yang terlibat dan menjadi korban dalam aksi 22 Mei kemarin.

Komnas HAM Sesalkan Keterlibatan Anak dalam Aksi 22 Mei
Seorang warga mengamati daftar nama korban luka kericuhan di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/Ari/wpa/wsj.

tirto.id - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengecam keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam kerusuhan yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) kemarin. Ia mendapati korban yang dirawat di rumah sakit sebagiannya adalah remaja.

"Yang paling banyak kena kan remaja. Sebagian di atas 18 tahun, tapi banyak yang 16 dan 17 tahun," ujarnya usai mengunjungi para korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (23/5/2019).

Ia menyesali kelompok-kelompok yang melibatkan para remaja dalam aksi tersebut, apalagi sampai terjadinya tindak kekerasan.

Dari kunjungannya ke RS Polri, ia juga mendapatkan informasi bahwa para remaja tersebut, turut menjadi penyebab terlukanya aparat keamanan yang turun ke lokasi kerusuhan.

"Tentu kesadaran diri mereka [remaja] tidak kuat, sehingga bisa brutal dan tidak mikir dampak perbuatannya bisa mencelakai orang lain dan dirinya sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut, Damanik akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menangani persoalan ini.

"Anak-anak seperti ini harusnya dihindari dari unjuk rasa, bukan dunia mereka itu. Dunia mereka bermain dan belajar. Tapi ini dilibatkan dan itu kami sesalkan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Yandri Daniel Damaledo