Menuju konten utama

Purbaya Ungkap Ada Menteri Minta Anggaran Naik hingga 50 Persen

Sejumlah menteri justru meminta kenaikan anggaran dengan dalih akan menjalankan berbagai program prioritas.

Purbaya Ungkap Ada Menteri Minta Anggaran Naik hingga 50 Persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) memberikan tanggapan saat memimpin sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Sidang tersebut beragendakan membahas dan mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah hambatan usaha dari tiga aduan tentang permasalahan PT Samator Indo Gas Tbk, PT Kairos Indah Sejahtera dan PT Galang Bumi Industri. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap soal adanya menteri yang meminta kenaikan anggaran hingga 50 persen. Kata Purbaya, permintaan itu terjadi saat rapat bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan sejumlah menteri lain terkait efisiensi anggaran.

Purbaya mengatakan saat rapat tersebut, menteri yang hadir mengajukan sendiri angka yang mereka inginkan. Namun, sejumlah menteri justru meminta kenaikan anggaran, bukan efisiensi anggaran.

"Pada waktu meeting dengan Menko Perekonomian, kan ada banyak menteri. Saya minta, oke, mereka ajukan berapa persen mereka potong. Semuanya ngomongnya bukan motong, malah naikin. Enggak kira-kira lagi, ada yang naik 50 persen, ada yang sekian," ucap Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Oleh karena itu, Purbaya menyatakan penentuan soal porsi efisiensi anggaran setiap kementerian/Lembaga diputuskan oleh Kemenkeu.

Setelah Kemenkeu memutuskan nilai efisiensi anggaran, kementerian/lembaga terkait dapat mengajukan banding.

Kata dia, efisiensi anggaran setiap kementerian/lembaga tidak akan disamaratakan. Efisiensi anggaran disebut bakal bergantung dengan program prioritas masing-masing kementerian/lembaga.

"Jadi kami putuskan kalau gitu kami saja yang mutusin deh. Kami potong, kami pangkas merata dari sini, nanti mereka adjust. Nanti akhirnya kan enggak sama juga, tapi kira-kira dekat," tuturnya.

Purbaya menilai sejumlah menteri meminta kenaikan anggaran lantaran merasa adanya kepentingan di program masing-masing. Akan tetapi, Purbaya mengakui adanya keterbatasan anggaran yang disediakan.

"Mereka pikir mereka punya program yang penting sekali buat negara. Jadi semua alasannya sih betul. Tapi kan kita selalu menghadapi pilihan. Kami ada batasan ketersediaan dana kan walaupun ada," ucap Purbaya.

Baca juga artikel terkait EFISIENSI ANGGARAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto