tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya masih mempertimbangkan rencana penerbitan dim sum bond atau surat utang berdenominasi yuan di pasar Cina.
Ia menyebut, untuk saat ini, kondisi likuiditas dalam negeri masih mencukupi sehingga pembiayaan dari pasar global belum menjadi prioritas.
“Saya belum mendapat laporan dari anak buah saya. Tapi kalau melihat kondisi sekarang, dana di dalam negeri masih cukup. Kalau optimisme ekonomi bisa terus dijaga, saya lebih memilih memanfaatkan sumber pendanaan domestik dulu,” kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Selasa (7/10/2025).
Menurut Purbaya, keputusan untuk menerbitkan obligasi luar negeri akan selalu mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan dan dampaknya terhadap nilai tukar. Termasuk, untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap suplai dolar di dalam negeri.
“Pasti di-balance dengan berapa dolar yang dibutuhkan untuk bayar. Jadi penerbitan luar negeri itu untuk membandingkan dengan kebutuhan dolar, supaya tidak mengganggu nilai tukar karena kelebihan pasokan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa struktur kepemilikan surat utang pemerintah Indonesia yang kini lebih didominasi investor domestik justru memberikan keuntungan dari sisi stabilitas pasar.
Karena itu, ia tak risau dengan kian kecilnya porsi asing dalam portofolio SBN pemerintah. Pasalnya, surat utang di negara maju seperti depang justru didominasi oleh investor pasar domesetik ketimbang luar negeri.
“Sekarang kepemilikan asing di pasar obligasi sudah turun tinggal 14 persen. Mungkin di satu sisi dibilang jelek karena asing keluar, tapi di sisi lain berarti sisanya domestik. Artinya, kita bisa kendalikan stabilitas pasar obligasi dengan lebih baik,” kata Purbaya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































