tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku masih membuka peluang untuk menambah nominal penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) di lima Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Meski begitu, langkah ini akan diambil setelah pemerintah memantau strategi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) untuk memastikan likuiditas perbankan masih lebar atau tidak.
"Kami lihat keadaan. Kami lihat gimana strateginya bank sentral. Kami akan adjust (sesuaikan) strategi kami dengan strategi bank sentral," ujar Purbaya, kepada awak media, usai sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).
Namun, lebih penting dari itu, Purbaya bakal memastikan likuiditas di sistem perbankan akan selalu cukup untuk ikut serta dalam mendorong perekonomian nasional lewat penyaluran kredit kepada masyarakat maupun dunia usaha.
"Yang penting saya monitor keadaan uang di perbankan dan saya pastikan likuiditas sistem perbankan kita di perekonomian kita cukup untuk mendorong ekonomi ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi, " kata dia.
Sementara itu, seiring dengan perpanjangan masa penempatan dana SAL hingga September 2026, Purbaya meminta bank untuk tidak khawatir dengan kemungkinan bahwa pemerintah akan menarik dana yang sudah ditempatkan tersebut.
“Enggak akan diambil. Akan tetap dibiarkan di sistem perbankan. Sampai berapa… 6 bulan ke depan, sampai Maret [akan diperpanjang hingga September]. Jadi, bank-bank enggak usah takut diambil," ucapnya.
Sebelumnya, dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2026, Purbaya mengumumkan perpanjangan penempatan dana di Himbara. Kata dia, perpanjangan penempatan dana tersebut akan langsung dilakukan setelah masa jatuh tempo tiba pada 13 Maret 2026.
"Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo di 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang 6 bulan ke depan," katanya, Senin (23/2/2026).
Dengan perpanjangan penempatan dana ini, Purbaya lantas meminta perbankan untuk tidak khawatir akan kekurangan likuiditas. Bahkan, langkah ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan likuiditas di pasar keuangan akan tercukupi.
“Yang ditanyakan orang-orang itu, Maret habis. Apakah banknya akan kehilangan likuiditas karena uangnya ditarik pemerintah? Dengan pernyataan barusan, saya tegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi,” tegas dia.
Dengan perpanjangan ini pula, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu berharap Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN akan tetap fokus untuk menyalurkan kredit maupun pembiayaan kepada para debitur. Meski begitu, penyaluran kredit harus tetap dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian.
“Jadi, bank tidak perlu khawatir akan kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar. Kami mengharapkan bank lebih bersemangat mencari debitur, tentunya tetap dengan menjalankan prinsip kehati-hatian,” tegas dia.
Sementara itu, dengan perpanjangan ini, evaluasi penempatan dana SAL di perbankan akan dievaluasi pada September mendatang. Pada saat itu, Purbaya berharap, ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih tinggi karena dukungan berbagai program prioritas pemerintah yang berjalan dengan optimal.
“Harapannya, ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi, berbagai program pemerintah semakin terlihat hasilnya, Danantara sudah semakin berperan dan dana non-residen sudah semakin banyak masuk ke Indonesia, dengan kinerja ekonomi dan kepercayaan indonesia yang terus membaik,” tutup Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id




































