tirto.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar pemerintah melakukan pendampingan dan perlindungan kepada keluarga rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Katanya, hal itu menjadi penting di tengah banyaknya informasi di situasi saat ini.
"Dan penting agar pihak keluarga mendapat pendampingan dari Pemerintah, termasuk jaminan upadate informasi serta kebutuhan untuk psikologis mereka,” ujar Puan dalam keterangannya dikutip Jumat (11/9/2026).
Puan mengaku merasakan kekhawatiran keluarga terhadap peristiwa yang terjadi dan meminta pencarian rombongan jurnalis ini dimaksimalkan. Dia berharap operasi yang dilakukan Tim SAR dapat segera membuahkan hasil.
“Operasi pencarian terhadap rekan-rekan media di perairan Selat Sunda dapat semakin maksimal dengan tambahan kekuatan dan armada dari TNI AL,” tuturnya.
Lebih lanjut, Puan melihat hal ini sebagai sebuah dedikasi tinggi terhadap kebutuhan informasi publik seperti halnya para pemandu, awak transportasi serta relawan dan peneliti. Sebab, katanya, terdapat warga sipil yang bersedia memasuki wilayah berisiko untuk memenuhi kepentingan masyarakat.
"Pengabdian untuk kepentingan masyarakat harus diikuti kepastian perlindungan. Dan tentunya dukungan dan perlindungan tersebut dapat diwujudkan melalui operasi pencarian yang maksimal,” ujar Puan.
Di sisi lain, Puan mengimbau semua pihak untuk tetap waspada mengingat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terjadi. Dia meminta masyarakat menjauhi rea bahaya dan patuhi imbauan petugas untuk menjaga keselamatan.
Sebagai informasi, sejumlah jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dilaporkan hilang kontak tak berselang lama dari waktu keberangkatan pada Senin (7/9) siang.
Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id), Firman Daus (Jurnalis Anadolu Agency), Donal Husni (Freelance), Heriyanto (pemandu), Warta (kapten kapal), dan Surakman (anak buah kapal).
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































