Menuju konten utama

PSIM Kantongi Opsi untuk Berkandang di SSA Bantul

Angin segar bagi PSIM di tengah ketidakpastian izin penggunaan Stadion Maguwoharjo di Sleman.

PSIM Kantongi Opsi untuk Berkandang di SSA Bantul
Asesmen Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul yang dilakukan oleh tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul pada Rabu, (23/7/2025). Foto/PSIM Jogja

tirto.id - Persatuan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM) memiliki opsi berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul (SSA) setelah dinyatakan layak dengan nilai 'Baik'. Asesmen dilakukan oleh tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul pada Rabu, (23/7/2025).

Ketua Panitia Pelaksana PSIM, Wendy Umar Seno, mengatakan penilaian ini menjadi angin segar di tengah ketidakpastian izin penggunaan Stadion Maguwoharjo di Kabupaten Sleman. “SSA Bantul kini menjadi markas alternatif kuat sebagai markas Laskar Mataram,” kata Wendy, pada Senin (4/8/2025).

Wendy menyambut baik dari hasil kelayakan SSA yang dapat digunakan untuk pertandingan kompetisi dengan penonton. “Kami juga harus mengantisipasi beberapa pertandingan yang kemungkinan besar tidak bisa dilakukan di Stadion Maguwoharjo,” ujarnya.

Wendy tak menampik, apabila ke depan akan tetap melakukan asesmen ke Stadion Maguwoharjo sembari menunggu arahan dari pemerintah Kabupaten Sleman.

Wendy turut mengungkap, meski dinilai baik, tim asesor memberikan beberapa catatan penting yang harus diperbaiki oleh SSA. Salah satunya yang utama yakni perbaikan pintu masuk dan keluar stadion yang sudah korosi.

Beberapa bagian atap tribun lepas dan pagar pembatas juga menjadi fokus perbaikan. Hal tersebut untuk menjamin keselamatan dan keamanan saat laga berlangsung. Selain itu, kata Wendy, kapasitas stadion juga dipastikan tidak bisa digunakan secara maksimal.

“Ada pembatasan kapasitas penonton yang tidak maksimal pada saat pelaksanaan nantinya,” terangnya.

Wendy mengatakan, dengan hasil asesmen ini, manajemen PSIM Jogja kini memiliki opsi kandang yang lebih pasti. Langkah selanjutnya ia mengaku akan memenuhi semua rekomendasi perbaikan menjelang kompetisi mendatang.

Sebelumnya, Manajemen PSIM Jogja memutuskan untuk beralih fokus ke SSA karena belum adanya kejelasan izin dari Pemkab Sleman untuk menggunakan Stadion Maguwoharjo.

Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, menjelaskan belum adanya kejelasan dari Pemkab Sleman terkait izin pemakaian Stadion Maguwoharjo. Oleh karena itu, manajemen memutuskan mengajukan SSA sebagai homebase.

"Saya nggak bisa nunggu lagi nih, karena itu pertemuan terakhir dengan Pemkab Sleman sudah tanggal 24 Juli. Kick off (Super League 2025/2026) tanggal 8 (Agustus). Udah nggak bisa lagi nih, saya harus daftarin ke LIB tanggal berapa," Kata Yuliana saat jumpa pers di Wisma PSIM, Baciro, Kota Jogja, Rabu (30/7/2025).

Laga Perdana PSIM Jogja Vs Arema Fc Digelar di SSA

Ketua Panitia Pelaksana PSIM, Wendy Umar Seno, membeberkan laga perdana PSIM Jogja melawan Arema FC kemungkinan besar diselenggarakan di SSA. Lantaran SSA, dinilai paling memungkinkan untuk menggelar laga perdana tersebut.

“kita optimalkan untuk dilaksanakan di SSA Bantul. Lewat Pemkab sudah memberikan lampu hijau untuk PSIM bermain di SSA," ujar Wendy via sambungan telepon, pada Senin (4/8/2025).

Selain itu, pihak keamanan tidak memberikan rekomendasi laga lawan Arema FC digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman. “Untuk home kita pertama kali di Jogja tanggal 16 Agustus, tapi kita main sore dan kebetulan lawan kita Arema. Pada saat kita main lawan Arema kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, kita tidak mungkin melaksanakan di Stadion Maguwoharjo," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait PSIM YOGYAKARTA atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah