tirto.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjawab tudingan soal gencar merekrut kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan partai-partai lain.
Tudingan ini diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus, Senin (15/6/2026) lalu.
Legislator Komisi II DPR RI itu juga sempat menyebutkan Jokowi sempat merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN untuk masuk PSI.
Menanggapi tudingan dari petinggi PDIP, Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menegaskan keputusan masuk partai tertentu adalah hak privat setiap orang.
"PDIP ini partai gede (besar) masa yang begituan enggak paham. Tolong disampaikan kalau memang lebih paham tolong kader PDIP yang ngomong itu suruh ketemu saya biar saya kasih paham," kata Bestari, saat ditemui di Solo, Kamis (18/6/2026).
Disinggung soal Jokowi sempat merekrut pegawai BUMN, Bestari tak menjawab pasti.
"Boleh gak orang BUMN masuk? Lihat saja syarat-syarat menjadi anggota partai politik. Bila mana itu dibolehkan kembali kepada hak privat untuk menjadi anggota parpol. Kalau ternyata tidak benar yang menyampaikan itu pembohongan," bebernya.
Soal status Jokowi, Bestari menegaskan bahwa Jokowi sudah lama menjadi bagian dari PSI.
"Pak Jokowi berjaket PSI sudah lama sudah lama banget yang waktu itu datang ke sini kalau gak salah Andi Budiman," kata dia
"Kongres sudah pakai kok. Haram hukumnya kalau di partai lain hukumnya haram ngomong begini di forum bebas. Saya akan mendukung full PSI saya akan bekerja keras untuk PSI," tutup dia.
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































