Menuju konten utama

Proyek Mobil Nasional Dimulai, Target 50 Ribu Unit per Tahun

Proyek mobil nasional Prabowo mulai dibangun di Subang di lahan 60 hektar. Kapasitas awal 50.000 unit/tahun, serap 2.000 tenaga kerja.

Proyek Mobil Nasional Dimulai, Target 50 Ribu Unit per Tahun
Mobil yang membawa presiden Prabowo Subianto berjalan meninggalkan lokasi pelantikan di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Proyek mobil nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto resmi memasuki tahap pengembangan awal di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kawasan industri otomotif tersebut dibangun di atas lahan seluas 60 hektar dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung lokasi pembangunan tersebut, Rabu (10/6/2026). Dalam kunjungan itu, Menhan menerima paparan dari Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, mengenai rencana pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi.

“Menhan menerima paparan dari Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, mengenai rencana pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi yang pada tahap awal dibangun di atas lahan seluas 60 hektar dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun,” bunyi keterangan tertulis resmi Kementerian Pertahanan, Jumat (12/6/2027).

Ke depan, kawasan tersebut direncanakan berkembang hingga 539 hektar. Jika terealisasi, kapasitas produksi ditargetkan meningkat hingga 300.000 unit per tahun. Proyek ini diproyeksikan menyerap 2.000 tenaga kerja pada tahap awal.

Sjafrie menegaskan, pembangunan industri manufaktur berbasis teknologi ini berperan penting dalam memperkuat kemandirian nasional.

“Selain memperkuat kemampuan produksi nasional, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi yang tangguh melalui penguasaan teknologi, peningkatan daya saing industri, serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Sjafrie memeriksa fasilitas utama seperti pabrik produksi, pusat rekayasa kendaraan, hingga fasilitas pengujian. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar proyek strategis ini berjalan sesuai rencana.

Sebelumnya, Prabowo menekankan pentingnya Indonesia memiliki kendaraan produksi dalam negeri setelah 81 tahun merdeka. Saat menghadiri Munas XVIII HIPMI di Lampung, Rabu (10/6) lalu, Prabowo menegaskan komitmennya dengan menggunakan kendaraan karya anak bangsa. "Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri," ujar Prabowo.

Ia menambahkan, penggunaan kendaraan nasional yang ia lakukan saat ini merupakan bentuk komitmen memberikan contoh bagi masyarakat untuk mendukung produk dalam negeri. "Presidenmu, presidenmu, saya, sekarang pakai mobil buatan rakyat Indonesia sendiri," tegasnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana