tirto.id - PT Adhi Karya (Persero) mencatatkan progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A segmen Bundaran HI menuju Harmoni telah mencapai 88,9 persen.
Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson, menyatakan kesiapan perseroan untuk terus mengambil peran besar dalam pengembangan transportasi berbasis rel di Indonesia.
"Kami meyakini transportasi massal berbasis rel adalah solusi yang dapat mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, dan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi rakyat," katanya dalam Public Expose secara daring, Senin (8/9/2025).
Komitmen tersebut, menurut Entus, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan perseroan dalam menuntaskan proyek MRT yang sudah beroperasi saat ini menjadi bukti kontribusi Adhi Karya dalam transformasi transportasi publik modern.
"MRT Jabodetabek telah menjadi simbol transformasi transportasi publik modern berbasis rel di Indonesia. Dan ini menjadikan MRT sebagai salah satu legasi Adhi Karya," ujarnya.
Untuk proyek MRT Jakarta Fase 2A, Adhi Karya bekerja sama daalam sebuah joint venture bersama Shimizu Corp. Selain segmen Bundaran HI-Harmoni (CP 201) yang progresnya telah mencapai 88,9 persen, segmen berikutnya, Harmoni-Mangga Besar (CP 202), juga terus dikebut dengan progres sebesar 55,6 persen.
“Kemudian untuk progres CP 202 (Harmoni - Mangga Besar) sudah 55,6 persen target penyelesaian di 2029,” ucapnya.
Ke depan, Adhi Karya tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Untuk memperkuat posisi, perseroan juga aktif menjangkau pasar regional.
Adhi Karya juga telah mendapatkan proyek infrastruktur perkeretaapian di Filipina, yaitu Malolos-Clark Railway Project dengan nilai kontrak Rp3,9 triliun. Proyek ini akan digarap bersama Adhi Karya dengan PT PP.
“Sumber pendanaannya dari Asian Development Bank (ADB),” sambungnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































