Menuju konten utama

Profil Steven Lyons, Bos Mafia Skotlandia yang Ditangkap di Bali

Bos geng Lyons, Steven Lyons, berhasil ditangkap di Bali. Simak sepak terjangnya di dunia kriminalitas dunia berikut ini.

Profil Steven Lyons, Bos Mafia Skotlandia yang Ditangkap di Bali
Polisi menggiring buronan Interpol warga negara Inggris, Steven Lyons (tengah) di Polda Bali, Denpasar, Bali, Selasa (31/3/2026). Pemimpin organisasi kriminal transnasional berskala besar asal Skotlandia yang melakukan aktivitas perdagangan narkotika dan pencucian uang tersebut ditangkap petugas gabungan Divhubinter Polri, Polda Bali, dan Imigrasi Ngurah Rai saat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (28/3). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.

tirto.id - Steven Lyons (45), bos mafia narkoba dan pencucian uang Skotlandia, ditangkap di Bali pada Sabtu (28/3/2026). Berikut profil salah satu buronan Interpol yang paling dicari tersebut.

Penangkapan Steven Lyons tersebut dilakukan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai. Bos geng kriminal itu ditangkap polisi sekitar pukul 11.58 WITA.

Lyons ditangkap setelah NCB Hubungan Internasional Mabes Polri menerima informasi kedatangan bos mafia itu dari NCB Abu Dhabi. Informasi itu berisi laporan bahwa Lyons tengah menggunakan maskapai Singapore Airline dengan nomor SQ-938 rute Singapura-Denpasar.

Dalam konferensi pers pada Selasa (31/3) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bugie Kurniawan menyebut bahwa informasi tersebut membuat pihak imigrasi menahan Lyons di pos pemeriksaan.

"Sistem mendeteksi bahwa SL adalah subjek red notice. Berdasarkan data intelijen, diduga merupakan pimpinan organisasi kriminal internasional yang mendalangi pencucian uang dan pengelolaan perusahaan fiktif," jelas Bugie.

Setelah itu, barulah Lyons diserahkan oleh petugas imigrasi ke Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk dibawa ke Polda Bali dan mendapatkan penanganan hukum lebih lanjut.

Lyons merupakan warga negara Inggris dan memiliki izin tinggal (resident permit) di Spanyol. Rekam jejaknya mentereng sebagai bos mafia dengan wilayah operasi Eropa hingga Asia Barat.

Seturut BBC, Lyons akan dideportasi ke Spanyol, tempat ia didakwa di pengadilan atas sejumlah kasus hukum.

Profil Steven Lyons

Geng kriminal Lyons dikenal sebagai organisasi kriminal berbasis keluarga di Glasgow. Geng ini beroperasi sejak 1990-an.

Geng mafia itu dituduh bertanggung jawab atas sejumlah tindak kriminal, mulai dari perdagangan narkoba, pencucian uang, kekerasan, pembunuhan, pemerasan, hingga perdagangan senjata.

Wilayah operasi geng Lyons tersebar meluas di beberapa negara, termasuk Spanyol, Skotlandia, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Turki.

Steven Lyons, pria 45 tahun yang ditangkap di Bali pada 28 Maret, adalah pemimpin geng tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mendalangi berbagai operasi geng Lyons.

Rekam jejak sang bos mafia itu pun lekat dengan kekerasan dan kriminalitas. Seperti pada 2006, Steven selamat dari penembakan pada sebuah garasi di Lambhill yang berada di sebelah utara Glasgow. Penembakan itu membunuh sepupunya, Michael, tetapi Steven berhasil selamat.

Steven selama ini juga dikenal terlibat aktif dalam perseteruan berdarah antara geng Lyons dan Daniel. Persaingan dua geng kriminal Skotlandia itu dikenal luas karena telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun.

Steven dilaporkan punya tempat tinggal yang berpindah-pindah. Dari Skotlandia, Steven lantas pindah ke Spanyol, tepatnya Costa del Sol.

Wilayah di sisi selatan Spanyol itu tak hanya jadi tempat Steven tinggal. Rupanya, di sana ia menemukan peluang membesarkan geng Lyon yang dipimpinnya.

Semasa tinggal di Costa del Sol itu, Steven dilaporkan menjalin kontak dengan geng kriminal yang lebih besar, yakni The Kinahan Organised Crime Group alias kartel Kinahan.

Kartel Kinahan merupakan geng kartel terbesar di Irlandia. Jenis kejahatan yang mereka lakukan bermacam-macam mulai dari kekerasan, pembunuhan, narkoba hingga penipuan. Kinahan diperkirakan memiliki kekayaan hingga 1 miliar euro.

Steven berhasil mendapatkan kontak dengan Kinahan selama tinggal di Costa del Sol. Jaringan ini didapat Steven dari anak pendiri Kinahan, Daniel Kinahan.

Hubungan Steven dengan kartel Kinahan kemudian membuat geng Lyons tumbuh besar pada akhirnya. Geng ini memperluas wilayah operasi dan jadi lebih kaya karenanya.

Namun, ketika tinggal di Spanyol, kepolisian setempat mulai menaruh curiga pada sosok Steven. Bos geng itu pun memilih untuk kembali berpindah kediaman dan kali ini ke Dubai di Uni Emirat Arab.

Di Asia Barat, Steven dilaporkan berhasil membuat geng pimpinannya terus berjalan. Hal ini dilakukan menggunakan jaringan Kinahan yang juga punya basis di Dubai.

Akan tetapi, pada akhir 2025, Steven dikabarkan sempat ditangkap di Dubai. Ia lalu dibebaskan dan kembali ditangkap di Bahrain lima bulan berselang pada awal bulan Maret 2026 ini.

Meskipun muncul laporan penangkapan Steven di Bahrain, namun keberadaannya diselimuti misteri selama berminggu-minggu setelahnya. Misteri itu baru terungkap setelah Steven naik Singapore Airline dengan rute Singapura-Denpasar.

Jejak Steven di Indonesia itu terendus setelah kepolisian Skotlandia dan Spanyol melakukan operasi gabungan penggerebekan serentak di Bellshill, Glasgow, Gartcosh, Whitburn, Caldercruix, Cumbernauld, Coatbridge, Barcelona, dan Malaga pada Jumat (28/3/2026).

Baca juga artikel terkait KEJAHATAN LINTAS BATAS atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar