Menuju konten utama

Kronologi Penjahit di Bali Berlaku Rasis pada Pelanggannya

Seorang penjahit di Bali meminta maaf berlaku rasis kepada pelanggan yang telah memesan jasanya. Awal mula masalah dari pesanan yang tak kunjung selesai.

Kronologi Penjahit di Bali Berlaku Rasis pada Pelanggannya
Ilustrasi Anti Rasisme. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penjahit di Badung, Bali, diduga melakukan aksi rasisme kepada pelanggannya. Kasus ini viral di internet dan berujung permintaan maaf. Berikut kronologinya.

Kasus dugaan rasisme itu belakangan viral di media sosial. Seorang penjahit bernama Ni Made Tiadnyani alias Bu Sintya dari Sintya Tailor diduga melakukan aksi rasisme kepada dengan melontarkan ujaran yang merendahkan suku Jawa.

Aksi tersebut terekam kamera dan diduga terjadi pada awal Juli 2026 lalu. Video rekaman itu kemudian viral di media sosial belakangan ini.

Akibat tindakannya, Bu Sintya sampai harus membuat klarifikasi secara terbuka. Di dalamnya, pemilik Sintya Tailor mengaku salah telah berucap ujaran rasis dan meminta maaf.

Kronologi Penjahit di Bali Bertindak Rasis ke Pelanggan

Menurut kronologinya, kasus rasisme di Bali ini terjadi pada awal Juli lalu. Kasus ini bermula ketika Bu Sintya selaku penjahit cekcok dengan pelanggannya.

Sang pelanggan bercerita bahwa kasus itu terjadi ketika ia menggunakan jasa Bu Sintya. Kala itu, ia menitipkan tiga potong pakaian untuk dikecilkan.

Pelanggan mengaku bahwa ia dan Bu Sintya semula sudah menyepakati tenggat pengambilan baju tersebut. Menurutnya, tenggat waktu yang disepakati adalah 1 Juli.

Pada tanggal yang disepakati itu, sang pelanggan datang untuk mengambil pakaian. Namun, permintaan sang pelanggan ternyata belum rampung dikerjakan.

Karena belum selesai, tenggat pun diundur jadi tanggal 2 Juli. Namun, permintaan pelanggan rupanya belum juga diselesaikan pada waktu tersebut

Tenggat itu lalu kembali diundur jadi 3 Juli. Namun, Bu Sintya kembali belum merampungkan permintaan sang pelanggan. Dari sini percekcokan mulai terjadi.

Merasa dirugikan, sang pelanggan kemudian meminta kembali uang yang sudah dibayarkan. Saat itu lah Bu Sintya tak terima dan marah dengan si pelanggan.

Sembari duduk di meja jahit, Bu Sintya melontarkan pernyataan yang merendahkan suku Jawa. Ia menyebut bahwa sang pelanggan adalah pendatang yang mencari uang di Bali, dan memperingatkannya jangan macam-macam.

Dalam ucapannya, Bu Sintya menekankan asal usul si pelanggan sebagai orang Jawa. Menurutnya, si pelanggan harusnya bersikap baik kepada orang Bali macam dirinya karena si pelanggan hanya menumpang mencari uang di Bali.

Pelaku Minta Maaf dan Berdamai dengan Korban

Usai aksinya itu viral, Bu Sintya lantas membuat klarifikasi terbuka. Melalui akun media sosialnya, Bu Sintya mengakui telah melontarkan kalimat yang merendahkan suku lain dan meminta maaf karenanya.

Dalam klarifikasinya, Bu Sintya mengaku mengucapkan kalimat tersebut karena tersulut emosi sesaat. Menurutnya, kalimat itu ia ucapkan secara spontan setelah merasa tak terima dengan perkataan sang pelanggan.

Ia menyebut sang pelanggan datang di waktu ia sedang makan. Emosinya kemudian tersulut setelah sang pelanggan tidak mengizinkan Bu Sintya makan terlebih dahulu sebelum mengerjakan baju yang pelanggan itu titipkan.

Kemudian, pada Minggu (19/7), Bu Sintya dan sang pelanggan dimediasi oleh Polsek Abiansemal. Dalam mediasi itu, Bu Sintya dan sang pelanggan sepakat untuk berdamai.

“Saya minta maaf dengan apa yang terjadi. Saya sangat menyesal. [Saya] tidak nyampe pikiran tiang [saya] sampai sedemikian besarnya,” kata Bu Sintya, dikutip dari akun Instagram anggota DPD RI Arya Wedakarna.

Akan tetapi, anggota DPD RI Arya Wedakarna, yang juga turut hadir dalam mediasi itu, menyebut bahwa sang pelanggan adalah perempuan bernama Hilda. Ia rupanya bukan berasal dari Jawa, tetapi dari Lombok.

Meski begitu, Hilda dalam keterangan pasca mediasi menyebut bahwa ia telah memaafkan Bu Sintya. Ia menyatakan telah berdamai dengan penjahit tersebut dan meminta maaf karena unggahannya telah membuat gaduh.

Baca juga artikel terkait RASISME atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar