tirto.id - Kasus dugaan korupsi suap proyek yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang turut menyeret nama Ono Surono yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat. Simak profil dan harta kekayaannya berikut.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 18 Desember 2025 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam OTT tersebut, KPK menangkap 10 orang terkait dugaan suap proyek pemerintah daerah.
Sehari setelahnya, delapan orang dibawa ke Gedung KPK untuk diperiksa, termasuk Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang. KPK kemudian menetapkan Ade Kuswara dan HM Kunang sebagai pihak penerima suap, serta seorang pihak swasta bernama Sarjan sebagai pemberi suap.
Uang ratusan juta rupiah juga disita sebagai barang bukti dalam kasus yang diduga berkaitan dengan praktik “suap ijon proyek”, yakni pemberian uang di awal untuk mengamankan proyek pemerintah.
Nama Ono Surono muncul dalam pengembangan penyidikan kasus ini. Ia diperiksa sebagai saksi pada 15 Januari 2026 dan mengaku ditanya penyidik terkait aliran dana dalam perkara tersebut.
KPK kemudian mengungkap bahwa salah satu alasan penggeledahan rumah Ono di Bandung pada 1 April 2026 adalah karena adanya dugaan ia turut menerima sejumlah uang dari Sarjan.
Namun, hingga saat ini jumlah uang yang diduga diterima maupun tujuan pemberian tersebut masih didalami oleh penyidik, sehingga status Ono masih sebatas saksi, bukan tersangka.
KPK juga memanggil istri Ono Surono, Setyowati Anggraini Saputro, sebagai saksi pada Selasa (7/4/2026) kemarin.
"Hari ini, Selasa, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek Pemerintah Kabupaten Bekasi," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dikutip Antara (7/4/2026).
Profil Ono Surono
Ono Surono merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang lahir di Indramayu pada 24 Agustus 1974. Ia memiliki latar belakang kuat di sektor perikanan, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra, salah satu koperasi perikanan terbesar di Jawa Barat dari sisi produksi.
Karier politiknya dimulai dari tingkat akar rumput sebagai pengurus partai di tingkat kecamatan dan terus berkembang seiring konsistensinya di PDI-P hingga kini menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
Ono juga pernah menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P dan bertugas di Komisi IV yang membidangi pertanian, kelautan, perikanan, dan pangan, bidang yang sejalan dengan latar belakangnya.
Pada Pemilu 2024, Ono terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Jabar 12 dan sejak 9 Oktober 2024 menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat.
Selain aktif di politik, ia juga memiliki pengalaman di bidang ekonomi kerakyatan sebagai Ketua Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Mina Laksana Mukti periode 2011–2016.
Ono merupakan lulusan Universitas Trisakti dan Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon, serta dikenal sebagai sosok keluarga dengan empat anak dari pernikahannya dengan Setyowati Anggraini Saputro.
Harta Kekayaan Ono Surono
Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Ono Surono yang disampaikan pada 2 April 2025 untuk periode tahun 2024 menunjukkan total kekayaan bersih sekitar Rp6,01 miliar.
Dalam laporan tersebut, Ono yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat memiliki total aset sebesar Rp9,1 miliar, dengan komposisi terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp6,75 miliar.
Aset properti ini tersebar di beberapa daerah seperti Indramayu, Karanganyar, dan Kota Bandung, termasuk rumah dan lahan dengan nilai tertinggi mencapai Rp4 miliar di Bandung.
Selain itu, ia juga tercatat memiliki berbagai alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp1,67 miliar, yang cukup beragam mulai dari sepeda, sepeda motor, hingga mobil.
Koleksinya mencakup kendaraan klasik seperti Toyota FJ40 tahun 1965 dan beberapa unit Vespa lawas, hingga kendaraan modern seperti Toyota Alphard 2015 dan Triumph Tiger XCA 800 senilai Rp275 juta.
Di luar itu, Ono memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp222 juta, kas dan setara kas Rp406 juta, serta aset tambahan lain senilai sekitar Rp50 juta.
Namun, ia juga memiliki kewajiban utang sebesar Rp3,08 miliar, sehingga total kekayaan bersihnya adalah Rp6.019.065.572.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































