Menuju konten utama

Profil dr Tan Shot Yen yang Kritik MBG di Rapat DPR

Profil dr Tan Shot Yen, dokter dan ahli gizi masyarakat yang vokal kritik MBG saat rapat DPR. Simak latar belakang dan kiprahnya di dunia kesehatan.

Profil dr Tan Shot Yen yang Kritik MBG di Rapat DPR
Dokter dan ahli gizi masyarakat dr. Tan Shot Yen dalam media talk bertajuk "Memerdekakan Anak dari Ancaman Penyakit Kronis", di Jakarta, Selasa (27/8/2024). ANTARA/Anita Permata Dewi.

tirto.id - dr Tan Shot Yen viral usai hadir dalam audiensi dengan anggota DPR menyuarakan kritik tentang MBG. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai dokter dan ahli gizi, melainkan juga seorang kolumnis dan penulis buku.

Pada Senin (22/9), Komisi IX DPR RI menggelar audiensi dengan Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA), CISDI, dan JPPI tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kesempatan itu, dr Tan Shot Yen yang hadir memberikan kritikan terhadap MBG yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming.

Profil dr Tan Shot Yen

dr Tan Shot Yen lahir pada 17 September 1964 di Beijing, China. Ia merupakan sosok yang dikenal luas sebagai dokter, ahli gizi masyarakat, penulis, dan intelektual publik yang vokal dalam isu-isu kesehatan dan gaya hidup.

Perjalanan pendidikan dimulai di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, tempat ia menempuh pendidikan kedokteran dari tahun 1983 hingga 1990. Setelah meraih gelar dokter, ia melanjutkan profesi kedokteran melalui program Profesi Kedokteran Negara di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada tahun 1991.

Tak berhenti di sana, ia memperluas wawasan keilmuan dengan mengambil pendidikan pasca-sarjana di luar negeri, antara lain dalam bidang instructional physiotherapy di Perth, Australia pada 1992, dan meraih diploma dalam bidang Penyakit Menular Seksual dan HIV-AIDS di Thailand pada 1996.

Pada tahun 2009, dr. Tan menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta.

Dalam dunia profesional, dr. Tan dikenal sebagai ahli gizi masyarakat yang kerap mengedukasi publik tentang pentingnya pola makan sehat berbasis pangan lokal. Ia adalah sosok yang sering tampil di berbagai forum ilmiah, diskusi publik, serta media massa untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat dan pemahaman yang benar tentang gizi.

Selain aktif sebagai praktisi dan edukator, dr. Tan juga dikenal sebagai penulis produktif. Ia rutin menulis kolom kesehatan di harian Kompas, dan telah menerbitkan sejumlah buku seputar gizi dan kesehatan.

Apa Kritik dr Tan Shot Yen Tentang MBG?

Beberapa poin yang menjadi kritikan utama dr Tan saat audiensi dengan anggota Komisi IX DPR RI adalah pemilihan menu MBG, seperti burger dan spageti, yang dinilai tidak sesuai dengan konsep gizi seimbang.

Ia menyebut makanan-makanan tersebut sebagai "ultra-processed food" (makanan ultra-olahan) yang justru kontraproduktif dengan tujuan pemenuhan gizi.

Menurutnya, menu MBG seharusnya mengedepankan pangan lokal yang kaya gizi, seperti kapurung di Sulawesi atau ikan kuah asam di Papua, bukan makanan berbasis tepung terigu yang bahkan tidak tumbuh di Indonesia.

dr Tan juga meminta pemerintah lebih memperhatikan tentang food safety atau keamanan makanan. Karena makanan yang sudah berada di suhu 60 derajat ke bawah akan rentan dengan pertumbuhan bakteri.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra