tirto.id - Nepal tengah berada dalam krisis politik dengan tidak adanya pemimpin. Presiden Ram Chandra Poudel dan Perdana Menteri KP Sharma Oli mundur dari jabatannya setelah terjadi unjuk rasa besar dari Generasi Z pada 8-9 September 2025. Balen Shah menjadi salah satu kandidat pengganti Perdana Menteri.
Pengunduran diri para pejabat memicu kekosongan kekuasaan dan membuka babak baru perebutan kursi kepemimpinan. Dua nama yang mencuat sebagai calon pengganti adalag Sushila Karki dan Balen Shah. Masing-masing mendapat dukungan dari kubu yang terpecah di kalangan anak muda.
Situasi makin memanas ketika para pendukung dua tokoh itu bentrok di depan markas militer Nepal. Karki didukung kelompok Gen Z pro-reformasi, sementara Shah menjadi simbol perlawanan bagi mereka yang menolak intervensi asing. Militer yang kini memegang kendali, terdesak untuk segera menetapkan arah baru bagi Nepal.
Profil Balen Shah, Rapper Calon PM Nepal
Balendra Shah, atau yang lebih dikenal sebagai Balen, adalah Wali Kota Kathmandu yang kini menjadi sorotan politik di Nepal. Ia berusia 35 tahun dan pernah berkarier sebagai penyanyi rap (rapper) sebelum masuk ke ranah pemerintahan. Gaya bicaranya lugas, kerap mengenakan blazer gelap dan kacamata hitam di depan publik.
Lahir pada 27 April 1990 di Kathmandu, Balen tumbuh dalam keluarga kelas pekerja. Ayahnya, Ram Narayan Shah, adalah praktisi Ayurveda, dan ibunya bernama Dhruvadevi Shah. Keluarga mereka berasal dari komunitas Maithil dan pindah ke ibu kota untuk pekerjaan sang ayah.
Balen dikenal di skena hip-hop Nepal. Ia mulai tampil sebagai rapper sekitar tahun 2012 dan mengikuti kompetisi rap battle. Salah satu lagunya paling dikenal yaitu "Balidan" yang mengkritik korupsi dan ketidakadilan.
Dirinya makin dikenal luas usai terpilih sebagai wali kota Kathmandu pada tahun 2022. Ia memenangkan pemilihan itu sebagai kandidat independen, menentang sistem partai tradisional Nepal. Dukungan besar datang dari pemilih muda yang kecewa pada elite lama.
Balen menempuh pendidikan teknik sipil di Nepal, lalu melanjutkan studi pascasarjana di bidang teknik struktural di India. Ia menyelesaikan gelar masternya di Visvesvaraya Technological University. Latar belakang teknik ini turut memengaruhi pendekatannya saat mengambil kebijakan sebagai wali kota.
Dirinya dikenal kerapturun langsung meninjau saluran air, menginspeksi bangunan, dan memberi instruksi tegas. Balen juga aktif menyuarakan pendapatnya lewat media sosial yang diikuti ratusan ribu warga.
Gaya kepemimpinannya mengundang pujian sekaligus kritik. Ia dikenal keras dalam penegakan aturan, termasuk membongkar bangunan ilegal. Namun, pendekatan ini juga memicu bentrokan hukum dan perdebatan soal hak warga kota.
Di tengah kekosongan pemimpin di Nepal, nama Balen mencuat sebagai salah satu kandidat perdana menteri bersama Sushila Karki. Jika Balen tidak mau dicalonkan, maka kelompok yang kontra dengan Sushila akan mengusulkan Wali Kota Dharan, Harka Sampang.
Sushila Karki dan Balen Shah sama-sama memiliki basis pendukung kuat dari generasi muda Nepal. Kelompok pendukung dari kedua calon bahkan sempat bentrok pada Rabu (10/9/2025).
Jika Anda ingin membaca artikel lainnya seputar berita internasional, silakan kunjungi tautan di bawah ini:
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id





























