Menuju konten utama

Presiden Lula Ungkap Perdagangan RI-Brasil Naik 3 Kali Lipat

Nilai perdagangan Brasil-RI meningkat tiga kali lipat sejak 20 tahun silam.

Presiden Lula Ungkap Perdagangan RI-Brasil Naik 3 Kali Lipat
Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva guna membahas isu-isu global dan bilateral termasuk penguatan kerja sama kedua negara di sejumlah bidang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr

tirto.id - Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menyatakan nilai perdagangan Brasil-RI meningkat tiga kali lipat sejak 20 tahun silam. Hal ini ia nyatakan saat konferensi pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025).

"Selama dua dekade terakhir, perdagangan kita telah meningkat lebih dari tiga kali lipat, dari dua miliar dolar Amerika Serikat [AS] menjadi enam miliar dolar AS," ucapnya.

Ia mengaku kesulitan memercayai nilai perdagangan itu, meski mengalami kenaikan. Pasalnya, Lula menyebutkan Indonesia dan Brasil sama-sama memiliki jumlah penduduk yang tinggi, yakni sekitar 500 juta orang setiap negara.

Menurut Lula, berdasar jumlah penduduk masing-masing negara, nilai perdagangan RI-Brasil terbilang kecil.

"Saya mengatakan kepada Presiden Subianto bahwa hampir sulit dimengerti bagaimana dua negara besar seperti Indonesia dan Brasil, yang bersama-sama memiliki hampir 500 juta penduduk, hanya memiliki perdagangan senilai enam miliar dolar AS," tuturnya.

"Itu terlalu kecil, Presiden. Terlalu kecil untuk Indonesia, dan juga terlalu kecil untuk Brasil," sambung dia.

Lula menilai RI-Brasil harusnya dapat mencapai nilai perdagangan yang lebih tinggi. Karena itu, ia mengaku berupaya agar Indonesia menjadi mitra ekonomi untuk Brasil.

Sementara itu, Lula mengatakan, Indonesia menjadi negara tujuan kelima untuk ekspor agribisnis dari Brasil. Peringkat itu disebut masih terlalu kecil, jika dibandingkan dengan potensi pasar RI-Brasil.

"Dalam situasi meningkatnya proteksionisme global, kedua negara kita mampu menunjukkan kepada dunia bahwa kita dapat membela kepentingan ekonomi dengan dialog dan rasa saling menghormati," katanya.

"Itulah semangat dari nota kesepahaman yang kita tandatangani hari ini tentang kerja sama di bidang kesehatan hewan dan tumbuhan," imbuh dia.

Baca juga artikel terkait PERDAGANGAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama