Menuju konten utama
Periksa Data

Prediksi Pergerakan 123 Juta Pemudik di Masa Lebaran 2023

Sedikitnya ada 123,8 juta orang, sekitar 45,8 persen dari total penduduk Indonesia, yang diprediksi bakal hilir mudik selama masa Lebaran 2023.

Prediksi Pergerakan 123 Juta Pemudik di Masa Lebaran 2023
Header Periksa Data Prediksi Pemudik Lebaran 2023. tirto.id/Fuad

tirto.id - Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi, sedikitnya ada 123,8 juta orang, atau sekitar 45,8 persen dari total penduduk Indonesia, yang akan melaksanakan mudik Lebaran 2023.

Dari proyeksi Baketrans, mobilitas masyarakat tersebut naik 14,2 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya menyentuh 85,5 juta. Pemerintah sejak jauh-jauh hari sudah mengantisipasi potensi pergerakan berskala nasional yang membeludak itu, salah satunya dengan mengubah jadwal cuti bersama demi mengurai kepadatan lalu lintas.

Lalu, kira-kira seperti apa gambaran mudik di masa Lebaran tahun ini?

Bila menilik hasil survei yang dilakukan Baketrans, 62,5 persen, atau setara dengan 77,3 juta orang dari total pemudik, diperkirakan berasal dari Pulau Jawa. Jawa Timur menjadi kontributor utama, jumlahnya mencapai 21,69 juta orang, disusul Jawa Tengah (18,69 juta orang), dan Jabodetabek (18,32 juta orang).

Adapun Jawa Tengah menjadi daerah yang paling banyak dipilih sebagai tujuan mudik. Masyarakat yang akan menyambangi provinsi tersebut ditaksir mencapai 32,74 juta orang. Urutan selanjutnya adalah Jawa Timur (24,69 juta orang), serta Jawa Barat (20,71 juta orang).

Moda transportasi yang dipilih pemudik didominasi kendaraan pribadi. Sebanyak 27,32 juta orang (22,07 persen dari total pemudik) mengaku akan memakai mobil pribadi untuk menunjang mobilitasnya. Sekitar 25,13 juta pemudik memilih menggunakan motor.

Untuk moda transportasi umum, bus menjadi yang paling populer, di mana ada 22,7 juta orang (sekitar 18,39 persen pemudik) yang memilih angkutan tersebut.

Arus Mudik dan Balik yang Menantang

Berdasarkan survei Baketrans, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1 (Jumat, 21 April 2023), jumlah pergerakan berkisar 17,7 juta orang (14,3 persen dari total pemudik). Peningkatan perjalanan pada arus mudik diprediksi akan mulai merangkak naik sejak H-3 (Rabu, 19 April 2023).

Adapun puncak arus balik diestimasi terjadi pada H+2 (Selasa, 25 April 2023). Baketrans memperkirakan, masih ada pergerakan yang cukup tinggi hingga H+3 (Rabu, 26 April 2023).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan bahwa penanganan arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini sangat menantang lantaran tingginya potensi pergerakan masyarakat.

Pihak Kemenhub memandang, melesatnya potensi tersebut disebabkan karena membaiknya kondisi perekonomian, serta tak ada lagi pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan larangan perjalanan yang diberlakukan pada masa pandemi.

Adanya persepsi positif dari masyarakat dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, yang mencakup survei potensi pergerakan masyarakat, pengecekan kondisi jalur, hingga inspeksi keselamatan atau ramp check pada sarana transportasi, pada tahun 2022 juga diklaim menjadi faktor pemicu naiknya potensi pergerakan itu.

Persepsi Masyarakat dan Ketidakpuasan Seputar Mudik

Bicara soal persepsi positif, survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Mei 2022 mengungkap bahwa sebanyak 71,8 persen dari responden yang melakukan mudik mengaku puas dengan penyelenggaraan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun lalu.

Namun, 21 persen responden mengaku tak puas saat ditanya pendapatnya tentang pengaturan lalu lintas untuk mengurangi kemacetan atau penumpukan antrian arus mudik.

Survei lain, dari jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas pada 10—13 Mei 2022, terungkap bahwa 7 dari 10 responden menyatakan puas dengan kinerja pemerintah dalam mengelola angkutan Lebaran 2022.

Kepuasan pemudik penumpang kendaraan umum mencapai angka 74,2 persen. Sementara dari pemudik berkendaraan pribadi, sebanyak 66,8 persen responden menyatakan puas.

Ketidakpuasan pemudik yang bermobilitas dengan kendaraan umum bersumber dari harga tiket yang terbilang lebih mahal dibandingkan dengan harga hari biasa. Angka ketidakpuasan responden mencapai 32,2 persen terkait harga tiket transportasi umum.

Dari sisi pemudik yang memilih transportasi pribadi, 72,6 persen responden menyatakan puas terhadap infrastruktur yang disediakan pemerintah. Namun, mengenai antisipasi kemacetan, tingkat kepuasan publik hanya berada di angka 60,8 persen. Pemudik berpendapat masih ada simpul-simpul kemacetan yang cukup menghambat perjalanan.

Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan lainnya dari Shanies Tri Pinasthi

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Shanies Tri Pinasthi
Editor: Farida Susanty