tirto.id - Prediksi harga emas saat momen Natal 2025 bisa naik atau turun. Hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya perubahan suku bunga. Simak prediksi dan harga emas terbaru berikut.
Ketika suku bunga turun, emas, yang tidak memberikan bunga, menjadi lebih menarik bagi investor. Inilah sebabnya penurunan suku bunga sering dianggap sebagai sentimen positif bagi emas.
Dalam beberapa waktu terakhir, pernyataan Ketua The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, yang membuka peluang pemangkasan suku bunga telah memicu penguatan harga emas.
Pasar seperti mendapat “hadiah Natal” yang datang di awal berupa proyeksi penurunan suku bunga, sehingga dollar AS melemah dan komoditas termasuk emas kembali menguat.
Namun pergerakan emas tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan moneter. Musim liburan akhir tahun, seperti Natal, Tahun Baru, Hanukkah, hingga perayaan Imlek di Asia juga memberikan dorongan permintaan emas, terutama untuk kebutuhan perhiasan dan hadiah.
Prediksi Harga Emas Saat Natal 2025 Menurut Pakar
Harga emas pada bulan Desember diperkirakan akan bergerak cukup menarik karena Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/FED) akan mengumumkan apakah mereka akan menurunkan suku bunga atau tidak. Keputusan ini penting karena suku bunga sangat memengaruhi harga emas.
Para investor kini menunggu hasil notulen rapat The Fed bulan Oktober serta laporan pekerjaan AS yang sempat tertunda. Menurut analis FXTM, dilansir laman Economic Times, Lukman Otunuga, emas terlihat kembali menguat setelah sebelumnya bertahan di level penting $4.000.
Jika data ekonomi AS mendukung penurunan suku bunga, harga emas bisa naik menuju $4.130 hingga $4.200. Namun jika pejabat The Fed memberi sinyal kebijakan yang lebih ketat atau data ekonomi ternyata lebih kuat dari perkiraan, harga emas bisa turun lagi mendekati $4.000.
Penyebab Harga Emas Naik dan Turun Saat Natal 2025
Harga emas saat momen Natal bisa naik atau turun tergantung pada beberapa faktor yang saling memengaruhi, yaitu:
Penyebab Harga Emas Naik
- Permintaan Musiman Tinggi: banyak orang membeli perhiasan emas untuk hadiah Natal dan Tahun Baru, sehingga meningkatkan permintaan.
- Investor Cari Aset Aman: menjelang akhir tahun, pasar saham dan ekonomi bisa lebih tidak stabil. Investor membeli emas sebagai safe haven.
- Harapan Suku Bunga Rendah: jika pasar memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga, emas jadi lebih menarik karena tidak memberi bunga, sehingga harganya naik.
Penyebab Harga Emas Turun
- Penguatan Dollar AS: emas dihargai dalam dollar. Jika dollar menguat, harga emas biasanya turun karena lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
- Suku Bunga Nai: kabar kenaikan suku bunga AS yang kuat bisa membuat investor menjual emas dan beralih ke aset yang memberi bunga.
- Likuiditas Pasar Menurun, beberapa investor menarik modal atau menjual aset sebelum libur panjang, yang bisa menekan harga emas.
Berapa Harga Emas Dunia Hari Ini?
Harga emas dunia pada perdagangan hari ini tercatat menguat berdasarkan data dari laman pemantau harga emas internasional, goldprice.org. Harga emas berada di level USD 4.224,53 per troy ounce, naik USD 11,38 atau setara 0,27% dibandingkan posisi sebelumnya.
Kenaikan tipis ini mencerminkan sentimen positif di pasar, terutama di tengah ekspektasi penurunan suku bunga global serta pelemahan dollar AS yang mendorong investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai.
Tertarik memantau harga emas secara rutin? Klik tautan ini untuk menemukan artikel lainnya yang penuh insight.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































