tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeklaim telah membersihkan hingga 6,5 ton ikan sapu-sapu di kawasan Ibu Kota hingga Minggu (19/4/2026). Adapun pembersihkan ikan sapu-sapu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berlangsung sejak 17 April 2026.
Menurut Pramono, Pemprov DKI membersihkan ikan sapu-sapu di lima kawasan administrasi Jakarta. Ikan sapu-sapu paling banyak dibersihkan di Jakarta Selatan, yakni 3,5 ton.
"Baru satu hari kita mengadakan pembersihan, yang paling utama di Jakarta Selatan, itu lebih dari 3,5 ton [terkumpul] dan total hampir 6,5 ton ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap," ucapnya di Jakarta, Minggu.
Politikus PDIP itu menyatakan ikan sapu-sapu mendominasi biotik di Jakarta hingga lebih dari 60 persen. Hal ini sejalan dengan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menyebut bahwa ikan sapu-sapu menjadi biotik dominan di Jakarta hingga 70 persen.
Pramono menilai, angka tersebut terbukti dari jumlah ikan sapu-sapu yang telah tertangkap selama opersi pembersihan selama beberapa hari ke belakang.
"Mengenai pemusnahan ikan sapu-sapu, dan memang ikan sapu-sapu ini di biotik air Jakarta sudah lebih dari 60 persen. Bahkan KKP sebenarnya melaporkan ke saya lebih dari 70 persen, tapi saya belum terlalu meyakini dan saya menyampaikan kemarin lebih dari 60 persen," urainya.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI akan terus melakukan pembersihan ikan sapu-sapu meski telah menangkap ikan invasif tersebut hingga 6,5 ton. Kata dia, Pemprov DKI akan menyiapkan petugas penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU) alias pasukan oranye khusus untuk membersihkan ikan sapu-sapu.
Ia mengaku tak ingin ekosistem air di Ibu Kota terkena dampak imbas sifat ikan sapu-sapu yang invasif. Sementara itu, Pramono turut menanggapi pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menilai penanganan pembersihan ikan sapu-sapu oleh Pemprov DKI yang tidak sesuai syariat islam.
Adapun Pemprov DKI hanya mengubur ikan sapu-sapu di dalam tanah usai menangkapnya. Pramono menyatakan, Pemprov DKI bakal berkonsultasi dengan ahli terkait proses penangkapan yang sesuai syariat islam.
"Kami akan melanjutkan dan secara khusus seperti yang saya sampaikan, Jakarta akan punya PPSU untuk secara berkala membersihkan ikan sapu-sapu di Jakarta. Sebab, kalau tidak, maka ekosistem air Jakarta pasti akan rusak," ujar Pramono.
"Mengenai pertanyaan tadi ada saran dan kritik dari MUI, nanti saya minta untuk yang ahli untuk menyesuaikan tata caranya," imbuh dia.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id

































