Menuju konten utama

Pramono hingga Tito Kenang Suami Najwa Shihab Ibrahim Assegaf

Para tokoh yang melayat berharap Najwa dapat melewati masa duka dengan tabah.

Pramono hingga Tito Kenang Suami Najwa Shihab Ibrahim Assegaf
Suasana rumah duka Ibrahim Sjarief Assegaf. Tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, mengenang sosok Ibrahim Assegaf, suami jurnalis senior Najwa Shihab yang meninggal dunia pada Selasa (20/5/2025) siang.

Pramono menyebut bahwa Ibrahim adalah seseorang yang kerap kali memperdebatkan berbagai persoalan sosial hingga hukum. Dia juga mengaku memiliki kedekatan personal dengan almarhum.

“Sahabat saya, saya kenal dekat sudah dari lama. Bukan karena dia suaminya Najwa Shihab, tapi memang karena beliau adalah orang yang sangat terbuka memperdebatkan banyak hal, terutama masalah sosial, masalah hukum, dan sebagainya,” ujar Pramono saat ditemui di rumah duka, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa.

Pramono mengaku sudah mengetahui bahwa Ibrahim menderita penyakit sejak beberapa hari lalu. Dia mendapatkan kabar itu dari Najeela Shihab yang merupakan adik ipar dari Ibrahim.

“Saya tahu ketika acara di [Dinas] Pendidikan. Ketika itu, adik iparnya, Lala Shihab, menyampaikan, 'Mas ini suaminya Mbak Najwa sakit dan agak kritis',” tutur Pramono.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, juga mengenang sosok Ibrahim yang disebutnya sebagai pengacara hebat. Ketika melayat langsung ke rumah duka, Erick menuturkan bahwa selama ini hubungannya dengan Ibrahim terjalin secara profesional.

Sedangkan, dengan Najwa, Erick memiliki kedekatan karena sama-sama bekerja di industri media.

“[Ibrahim] bekerja di law firm yang sangat baik. Memang ya hubungannya lebih ke arah profesional. Sama istri, Bu Najwa, ya karena sesama di media, jadi kenal,” ucap Erick kepada wartawan di rumah duka, Selasa.

Erick berharap Najwa Shihab dapat menjalani masa-masa duka ini dengan penuh ketabahan. Dia juga berharap Najwa dapat kembali berkarya.

“Ya tentu yang pasti kan untuk Najwanya sendiri kehilangan seseorang yang dicintainya. Mudah-mudahan harus terus tabah. Yang jelas, yang terpenting mesti kembali berkarya,” terangnya.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan oleh mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Sandiaga Uno, ketika melayat ke rumah duka.

Sandiaga bersaksi bahwa Ibrahim adalah seseorang yang baik. Terlebih lagi, Ibrahim disebutnya merupakan pengacara hebat yang banyak menangani kasus terkait hukum korporasi.

“Saya bersaksi dia orang yang baik dan juga lawyer yang hebat. Karena, banyak mengenai [kasus] korporasi hukum ditangani oleh beliau. Dan juga insyaallah husnul khotimah,” kata Sandiaga di rumah duka, Selasa.

Seperti pelayat-pelayat lain, Sandiaga juga mendoakan Najwa dan keluarga bisa menghadapi musibah ini dengan penuh ketabahan hati.

“Mbak Nana dan keluarga, ini adalah ujian yang berat. Tapi, tentunya kita doakan keluarganya tabah menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyebut dirinya turut merasakan kesedihan atas berpulangnya Ibrahim. Sebagai sahabat dari Najwa, Tito percaya bahwa Najwa adalah perempuan yang kuat sehingga bisa melewati masa duka pascameninggalnya suami tercinta.

“Saya merasakan sebagai sahabat, saya merasakan berduka yang dalam,” ujar Tito di rumah duka, Selasa.

“Saya sampaikan kepada Mbak Nana tadi, saya doakan untuk diberikan kekuatan kepada Mbak Nana dan sekeluarga. Saya tahu Mbak Nana strong lady,” lanjutnya.

Baca juga artikel terkait MENINGGAL DUNIA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi