tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) telah menyiapkan Kanal Aspirasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan e-Musrenbang sebagai wadah interaktif partisipasi masyarakat dalam penyusunan arah pembangunan Jakarta lima tahun ke depan.
Gubernur DKJ, Pramono Anung, menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/4/2025).
“Kami menyiapkan Kanal Aspirasi RPJMD 2025–2029 dan e-Musrenbang sebagai platform interaktif untuk mengakomodasi berbagai masukan dan usulan pembangunan yang disampaikan oleh masyarakat,” ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (23/4/2025).
Menurut Pramono, platform ini disediakan oleh Pemprov Jakarta karena perencanaan pembangunan harus memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, bukan semata-mata rutinitas tahunan.
“Penyusunan RPJMD bukan sekadar melanjutkan pekerjaan yang telah ada atau business as usual, melainkan untuk menjawab berbagai tantangan yang ada di masyarakat,” tegasnya.
Pramono juga mengungkapkan bahwa masyarakat Jakarta sangat antusias untuk menyampaikan aspirasinya untuk pembangunan kota. Ia menyebut ada 42.502 usulan yang telah diterima melalui Musrenbang dan reses anggota DPRD Jakarta.
Selain membuka ruang partisipasi publik, kanal ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa jajaran Pemprov Jakarta membangun semangat positif yang dapat membuat pembangunan di Jakarta berjalan lancar.
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas dalam belanja daerah.
“Saya mengimbau kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk yang pertama, menjaga suasana kondisi dan membangun semangat positif untuk mendukung kelancaran pembangunan,” katanya.
“Menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas belanja untuk menciptakan kebermanfaatan jangka panjang,” tambahnya.
Ia berharap, Kanal Aspirasi ini tak hanya menjadi tempat menampung suara warga, tapi juga alat untuk membangun sinergi jangka panjang menuju Jakarta sebagai kota global.
“Penguatan sinergi partisipasi masyarakat diperlukan untuk mendukung peran baru Jakarta di masa depan,” kata Pramono.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































