tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengatakan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
Dia menyebut Indonesia harus menjadi pelopor energi terbarukan dunia dan capai 100 persen pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT) dalam waktu 10 tahun.
"Indonesia harus meniadi pelopor energi bersih dunia. Kita harus capai 100 persen pembangkitan listrik dari EBT dalam waktu 10 tahun atau lebih cepat," ujar Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, pada Jumat (15/8/2025).
Dengan target ambisius tersebut, Prabowo yakin Indonesia bisa mencapai target emisi nol bersih (net zero emmision/NZE) sebelum 2060.
Selain mempercepat pembangunan EBT, Prabowo juga memastikan harga energi tetap terjangkau dan subsidi energi diberikan secara adil dan tepat sasaran. Menurutnya hal ini akan diperkuat dengan berbagai dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Melalui subsidi energi, insentif perpajakan, pengembangan EBT, serta penyediaan listrik desa," ujarnya.
Adapun secara keseluruhan dukungan fiskal pemerintah yaitu Rp402 triliun untuk ketahanan energi.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































