tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya akan mendorong transformasi ekonomi nasional menuju sistem ekonomi yang sepenuhnya berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Menurut Prabowo, ekonomi Pancasila harus bersifat religius, berperikemanusiaan, dan memperkuat persatuan nasional.
"Kta ekonomi yang religius, ekonomi yang berkemanusiaan dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional," kata Prabowo dalam pidatonya pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), seperti dikutip dari siaran YouTube BPIP RI.
Dalam pidatonya, Kepala Negara juga menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak boleh dipandang sekadar sebagai komoditas ekonomi, melainkan amanah Tuhan yang harus dikelola untuk kesejahteraan rakyat lintas generasi.
Karena itu, pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti pada capaian statistik semata, melainkan harus menghadirkan kesejahteraan,berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.
"Ekonomi kita tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja," ujar Prabowo.
Pemerintah, lanjut Prabowo, juga akan memperkuat kebijakan hilirisasi, pengelolaan devisa hasil ekspor, hingga penerapan ekspor sumber daya alam satu pintu. Ini merupakan perwujudan dari ekonomi Pancasila, sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
"Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan," katanya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































