Menuju konten utama

Prabowo Sentil Pengusaha Soal Haircut dan Restrukturisasi Kredit

Prabowo lantas membandingkan perlakuan lembaga keuangan yang justru kurang mengayomi para nelayan.

Prabowo Sentil Pengusaha Soal Haircut dan Restrukturisasi Kredit
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sambutan dalam peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Acara tersebut juga sekaligus sebagai peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di 12 Polda dan peletakan batu pertama atau groundbreaking di 107 SPPG Polri sebagai bagian dukungan Polri terhadap program MBG. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, banyak pengusaha-pengusaha besar yang meminta belas kasihan kepada lembaga keuangan, khususnya perbankan berupa restrukturisasi kredit. Prabowo pun mengakui, saat menjadi pengusaha, dia menjadi salah satu yang pernah meminta belas kasihan tersebut.

“Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan saya pernah jadi pengusaha juga ya. Saya pun pernah minta restrukturisasi, alias dengan kata lain lebih sederhana: minta belas kasihan perpanjangan untuk kembali. Benar tidak?” katanya dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Selain restrukturisasi kredit, para pengusaha juga tak jarang mengajukan haircut credit kepada bank. Istilah itu merujuk ke pengurangan persentase tertentu dari nilai pasar aset yang dijadikan jaminan (agunan) saat menentukan jumlah pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan.

Haircut credit berfungsi sebagai bantalan risiko bagi pemberi pinjaman agar terlindungi jika nilai jaminan turun atau peminjam gagal bayar.

Padahal, saat mengajukan kredit, para pengusaha sudah mendapatkan keleluasaan untuk mencicil pinjaman mereka hingga belasan tahun.

“Mana menteri-menteri pengusaha? Saudara-saudara, kalau pengusaha besar boleh dikasih haircut? Apa lagi haircut bagi? Enaknya sendiri haircut-haircut!” tutur Prabowo kepada para pengusaha yang kerap meminta belas kasihan.

Prabowo Bandingkan dengan Kemudahan Lembaga Keuangan untuk Nelayan

Prabowo lantas mengatakan hal ini berbanding terbalik dengan perlakuan lembaga keuangan kepada para nelayan. Bahkan, tidak jarang nelayan kecil di pulau-pulau terpencil yang mengeluhkan kepadanya tidak bisa mendapat fasilitas kredit dari perbankan.

“Masa nelayan-nelayan kita nggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan,” ujar dia.

Kata Prabowo, kehadiran pemerintah di tengah para nelayan ini dilakukan dengan pembangunan kampung nelayan. Dia berjanji, di kampung tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pabrik es yang berguna untuk mengembangkan industri perikanan di pesisir Indonesia.

Sampai saat ini, sudah ada sekitar 100 kampung nelayan yang hadir. Kemudian, hingga akhir 2026, ia menarget jumlah kampung nelayan akan melonjak hingga 1.000 dan menjadi 5.000 kampung nelayan di akhir 2029.

“Demikian juga Saudara-saudara, ini sudah hampir 100 sudah jadi di berbagai titik, dan target kita 2026 ini akan sampai 1.000, dan selanjutnya total sampai 2029 target kita adalah 5.000 desa nelayan,” kata Prabowo.

Nantinya, para nelayan yang menghuni kampung tersebut bisa diberi kemudahan untuk berinvestasi dengan modal kredit bank. Namun, agar tidak memberatkan para nelayan, pemerintah akan menginstruksikan bank untuk memberikan kemudahan melalui panjang masa cicilan pinjaman.

“Yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu, tapi kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka. Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun. Yang tidak ada masalah, karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun, itu pun sering minta restrukturisasi,” tukas Prabowo.

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Alfons Yoshio Hartanto