Menuju konten utama

Prabowo Sebut Dunia Khawatirkan Potensi Perang Dunia III

Kekhawatiran ini muncul karena konflik geopolitik yang semakin meluas tidak hanya di Ukraina dan Gaza, Palestina.

Prabowo Sebut Dunia Khawatirkan Potensi Perang Dunia III
Presiden Prabowo Subianto (atas, kanan) menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Forum yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pimpinan DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, BIN, dan BPS tersebut bertujuan memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Setelah menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa perhatian dunia kini tengah berfokus pada kemungkinan akan terjadinya Perang Dunia ke-3. Padahal, pada saat yang sama Indonesia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim yang memicu bencana di sejumlah daerah.

“Sekarang di tingkat dunia mengkhawatirkan akan terjadinya Perang Dunia ke-3,” ucapnya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/1/2026).

Kekhawatiran ini muncul karena konflik geopolitik yang semakin meluas tidak hanya di Ukraina dan Gaza, Palestina. Jika Perang Dunia III meletus, negara-negara maju dinilai Prabowo akan menggunakan nuklir sebagai senjata utama.

Padahal, berdasarkan hasil simulasi yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, meskipun tidak terlibat langsung, Indonesia akan terkena paparan radioaktif. Saat itu terjadi, ikan-ikan di laut akan terkontaminasi. Kemungkinan lain adalah terjadi nuclear winter atau musim dingin nuklir–dampak iklim ekstrem dan bencana yang terjadi setelah perang nuklir besar.

“Karena debunya akan menutupi matahari, tidak 2 tahun, tidak 3 tahun. Para ahli mengatakan winter-nya itu bisa puluhan tahun. Ini yang dibicarakan di dunia,” jelas Prabowo.

Terlepas dari itu, sejak kepemimpinan Presiden Sukarno, Indonesia sebenarnya sudah berada di tengah-tengah perang ideologi besar, di mana dunia dipecah menjadi sejumlah blok. Meski Prabowo dengan tegas menyatakan politik Indonesia adalah bebas aktif, Indonesia tetap tidak bisa berdiri sendiri.

Bagaimanapun, perang yang terjadi di Ukraina dan Palestina akan berdampak terhadap Indonesia. Karena itu, dia berpesan kepada para pemimpin daerah untuk memahami tantangan-tantangan yang tengah terjadi di dunia.

“Jadi, Saudara-saudara, yang ingin saya sampaikan ke seluruh barisan pemerintahan, marilah kita waspada. Marilah kita mengerti tantangan-tantangan yang ada di dunia ini.” tukas Prabowo.

Baca juga artikel terkait PERANG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi