tirto.id - Setelah menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa perhatian dunia kini tengah berfokus pada kemungkinan akan terjadinya Perang Dunia ke-3. Padahal, pada saat yang sama Indonesia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim yang memicu bencana di sejumlah daerah.
“Sekarang di tingkat dunia mengkhawatirkan akan terjadinya Perang Dunia ke-3,” ucapnya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/1/2026).
Kekhawatiran ini muncul karena konflik geopolitik yang semakin meluas tidak hanya di Ukraina dan Gaza, Palestina. Jika Perang Dunia III meletus, negara-negara maju dinilai Prabowo akan menggunakan nuklir sebagai senjata utama.
Padahal, berdasarkan hasil simulasi yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, meskipun tidak terlibat langsung, Indonesia akan terkena paparan radioaktif. Saat itu terjadi, ikan-ikan di laut akan terkontaminasi. Kemungkinan lain adalah terjadi nuclear winter atau musim dingin nuklir–dampak iklim ekstrem dan bencana yang terjadi setelah perang nuklir besar.
“Karena debunya akan menutupi matahari, tidak 2 tahun, tidak 3 tahun. Para ahli mengatakan winter-nya itu bisa puluhan tahun. Ini yang dibicarakan di dunia,” jelas Prabowo.
Terlepas dari itu, sejak kepemimpinan Presiden Sukarno, Indonesia sebenarnya sudah berada di tengah-tengah perang ideologi besar, di mana dunia dipecah menjadi sejumlah blok. Meski Prabowo dengan tegas menyatakan politik Indonesia adalah bebas aktif, Indonesia tetap tidak bisa berdiri sendiri.
Bagaimanapun, perang yang terjadi di Ukraina dan Palestina akan berdampak terhadap Indonesia. Karena itu, dia berpesan kepada para pemimpin daerah untuk memahami tantangan-tantangan yang tengah terjadi di dunia.
“Jadi, Saudara-saudara, yang ingin saya sampaikan ke seluruh barisan pemerintahan, marilah kita waspada. Marilah kita mengerti tantangan-tantangan yang ada di dunia ini.” tukas Prabowo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





























