Menuju konten utama

Prabowo & PM Pakistan Minta Iran dan AS-Israel Saling Tahan Diri

Hingga saat ini Indonesia terus mengedepankan upaya diplomasi mendorong semua pihak menghormati hukum internasional dan Piagam PBB.

Prabowo & PM Pakistan Minta Iran dan AS-Israel Saling Tahan Diri
Ilustrasi Konflik antara AS dan Iran. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Hal itu disampaikan saat keduanya saling bertelepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani. Prabowo dan Shehbaz Sharif juga mengutuk serangan yang dilakukan AS-Israel maupun balasan yang dilancarkan Iran ke negara-negara Teluk yang memiliki fasilitas militer Amerika Serikat.

"Selama percakapan telepon, kedua pemimpin tersebut menyatakan keprihatinan mereka atas meningkatnya ketegangan di kawasan itu, mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan serangan AS-Israel terhadap Iran," dikutip dari keterangan pers Qatar News Agency, Kamis (5/3/2026).

Sementara itu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Santo Darmosumarto, menyampaikan poin dari pernyataan Prabowo tersebut adalah kecaman atau kutukan segala bentuk kekerasan. Terlebih, aksi pelanggaran hukum internasional tersebut dinilai telah melanggar kedaulatan negara lain.

"Saya pikir yang terpenting adalah Indonesia benar-benar mengutuk penggunaan kekerasan terhadap negara-negara berdaulat di mana pun," kata Santo dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Santo menegaskan Indonesia hingga saat ini terus mengedepankan upaya diplomasi dan dialog serta mendorong semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan Piagam PBB.

"Kami selalu menekankan perlunya kita untuk mengedepankan dialog dan diplomasi serta penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Jadi itulah inti dasar dari posisi Indonesia terkait konflik saat ini di Timur Tengah," tegasnya.

Selain itu, Santo juga menyampaikan Indonesia akan terus konsisten untuk mengecam semua tindak kekerasan tidak hanya di Timur Tengah, namun juga di negara berdaulat lainnya.

"Kita terus-menerus menyebutkan kecaman terhadap penggunaan kekerasan terhadap negara-negara berdaulat di Timur Tengah," jelasnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto