Menuju konten utama

Prabowo Minta Tak Boleh Menyerah dengan Pembajak Demokrasi

Prabowo menyebut demokrasi tetap menjadi sistem terbaik untuk menghadirkan keadilan dan pemerintahan yang inklusif.

Prabowo Minta Tak Boleh Menyerah dengan Pembajak Demokrasi
Presiden Prabowo Subianto bersiap menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rangkaian Leaders Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). Presiden Prabowo Subianto menegaskan kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral Indonesia-Singapura. Kolaborasi kedua negara kini ditingkatkan mencakup sektor perdagangan, konektivitas, energi, ekonomi digital, keamanan siber, hingga ketahanan pangan. Kedua pihak juga berkomitmen menjaga keamanan dan kelancaran jalur pelayaran Selat Malaka dari risiko kecelakaan serta perompakan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto, menilai demokrasi bukanlah sistem pemerintahan yang mudah dijalankan. Sebab, praktik demokrasi kerap menghadapi berbagai tantangan dan bahkan terlihat 'berantakan'.

Kendati demikian, Prabowo menyebut demokrasi tetap menjadi sistem terbaik untuk menghadirkan keadilan dan pemerintahan yang inklusif.

"Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas," kata Prabowo saat menghadiri acara Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam.

Prabowo mengatakan demokrasi juga menghadapi ancaman dari pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan atau melemahkan sistem tersebut. Karena itu, demokrasi harus terus dijaga meski tidak luput dari berbagai kekurangan.

"Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi. Tapi kita tidak bisa menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi," ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman berbagai negara sepanjang sejarah, demokrasi masih menjadi sistem pemerintahan yang paling baik dibandingkan alternatif lainnya.

Prabowo juga menyoroti pengalaman India sebagai negara demokrasi dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Menurutnya, India berhasil menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keragaman etnis, bahasa, dan budaya yang sangat besar.

"Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda. Tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian dan di Uni India itu sendiri, ini adalah pencapaian yang luar biasa," ucapnya.

Prabowo mengaku mengikuti perkembangan demokrasi India dan menjadikannya sebagai salah satu rujukan bagi Indonesia. Apalagi, Indonesia dan India memiliki banyak kesamaan.

"Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India," katanya.

Menurut Prabowo, Indonesia sebagai negara yang juga memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya perlu mengambil pelajaran dari pengalaman India dalam membangun sistem demokrasi yang stabil.

"Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India," tutur Prabowo.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama