Menuju konten utama

PM Modi akan Kunjungi Candi Prambanan, Tinjau Rencana Restorasi

Fadli Zon mengatakan, pemerintah Indonesia masih mematangkan skema kerja sama dengan India untuk merevitalisasi kompleks Candi Prambanan.

PM Modi akan Kunjungi Candi Prambanan, Tinjau Rencana Restorasi
kata Fadli Zon usai acara Indonesian Cultural Outlook 2026 di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026). tirto.id/Rahma
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan, pemerintah India tertarik untuk terlibat dalam proyek revitalisasi Candi Prambanan. Perdana Menteri India, Narendra Modi, pun berencana untuk berkunjung ke Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026) untuk meninjau proyek yang disampaikan India sejak 1,5 tahun lalu.

"Memang ini sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Modi sejak satu setengah tahun yang lalu. Besok beliau akan melihat langsung ke Candi Prambanan," ujar Fadli kepada awak media, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Pada kunjungan esok hari, Modi dijadwalkan meninjau langsung kondisi kompleks candi, terutama bagian candi-candi perwara yang belum direvitalisasi.

Fadli menyatakan, setidaknya ada lebih dari 200 candi perwara yang mengelilingi tiga candi utama Prambanan, baru enam unit yang telah direvitalisasi. Sedangkan, tiga candi utama telah selesai dipugar.

"Ada seperempat bagian dari Candi Prambanan yang memang yang namanya Perwara, itu candi-candi kecilnya belum kita revitalisasi. Dari dua ratusan itu baru enam yang kita revitalisasi. Kalau tiga candi besarnya sudah semua," imbuh dia.

Sementara itu, sebagai tindak lanjut atas penandatanganan Letter of Intent (LoI) terkait restorasi dan konservasi Candi Prambanan siang tadi, pemerintah kedua negara akan mangkaji berapa besar kebutuhan anggaran untuk memugar situs cagar budaya tersebut.

"Belum, mereka masih mau mengkaji," kata dia.

Namun demikian, Fadli mengakui bahwa pemugaran Candi Prambanan akan memiliki tantangan tersendiri karena skala kompleksnya yang jauh lebih besar ketimbang Candi Plaosan, Candi Sewu, hingga Candi Mendut yang sebelumnya sudah dipugar pemerintah.

Tantangan tersebut tidak lain berasal dari kebutuhan biaya revitalisasi Prambanan yang akan sangat besar. Namun, hingga saat ini, pemerintah belum memiliki estimasi final lantaran masih harus menghitung ketersediaan material batu asli, kondisi relief, hingga teknik konservasi yang akan digunakan.

"Ya memang cukup besar. Tapi kita belum tahu angka-angkanya, masih terus kita kaji, terutama ketersediaan nanti batu-batu dan ukiran-ukiran yang ada. Karena ini kan sudah lebih dari seribu tahun, dari abad ke-9," ujar Fadli.

Menurut dia, pengalaman India dalam konservasi candi-candi Hindu diharapkan dapat mempercepat proses revitalisasi Prambanan.

"Dengan expertise juga dari mereka terhadap candi Hindu, saya kira ini akan membantu kita untuk mempercepat proses revitalisasi. Kita sih harapannya cepat," ucapnya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher