Menuju konten utama

Prabowo Minta Kampung Pinggir Rel Ditata, KAI Siapkan Pengamanan

KAI memulai langkah pengamanan area serta pendataan warga sebagai bagian dari proses penataan kawasan bantaran rel.

Prabowo Minta Kampung Pinggir Rel Ditata, KAI Siapkan Pengamanan
Kereta rel listrik (KRL) Commutterline melintas di jalur rel kereta api Tanah Abang-Palmerah di Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk segera melakukan inventarisasi permukiman atau perkampungan warga di sepanjang bantaran rel kereta api. Perintah ini disampaikan usai Presiden meninjau kawasan sekitar Stasiun Pasarsenen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026).

Dalam instruksinya, Prabowo menekankan perlunya penyiapan solusi hunian yang terstruktur melalui kolaborasi lintas kementerian untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Fokus awal penataan akan dimulai dari kawasan Pasarsenen dan ditargetkan meluas ke seluruh jalur kereta api di Indonesia yang memiliki kondisi permukiman serupa agar memiliki dasar penataan yang lebih terukur.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyiapkan langkah teknis bagi warga yang terdampak penataan di lahan perkeretaapian tersebut.

Saat ini KAI memulai langkah pengamanan area serta pendataan warga sebagai bagian dari proses penataan kawasan.

"KAI mendukung instruksi Presiden melalui inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel dan pengamanan area. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek, serta dengan kementerian dan pihak lainnya untuk langkah jangka panjang,” ujar Bobby dalam keterangan pers tertulis, Jumat (27/3/2026).

Dalam keterangan persnya disebutkan bahwa, KAI saat ini mengelola aset lahan seluas lebih dari 327 juta meter persegi yang memiliki potensi besar untuk mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat. Di wilayah Jabodetabek, terdapat potensi pengembangan sekitar 131 ribu unit hunian yang terintegrasi dengan simpul transportasi.

Selain untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih layak dan meningkatkan taraf hidup warga, penataan ini juga bertujuan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api dari gangguan aktivitas di sepanjang jalur rel.

Melalui pendataan dan pengkajian lanjutan, penataan kawasan bantaran rel diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib. Langkah ini, kata Bobby, diharapkan mampu menghubungkan warga dengan pusat-pusat ekonomi serta memperkuat akses terhadap peluang usaha di sekitar jalur kereta.

"Penataan permukiman di sekitar jalur rel menjadi bagian penting untuk menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi masyarakat sekaligus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api,” jelas Bobby.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Hendra Friana