Menuju konten utama

Prabowo Minta 0,1% Orang Terkaya di Indonesia Harus Nasionalis

Salah satu upaya  meningkatkan kemakmuran masyarakat adalah dengan melakukan hilirisasi berbagai macam komoditas.

Prabowo Minta 0,1% Orang Terkaya di Indonesia Harus Nasionalis
Presiden Prabowo Subianto bersiap membacakan sumpah jabatan saat pelantikan pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta 0,1 persen orang terkaya di Indonesia untuk bersikap lebih nasionalis. Dia tidak ingin kekayaan alam yang terkandung di Indonesia dijual ke pihak asing.

Prabowo menekankan bahwa kemakmuran harus bisa dinikmati seluruh lapisan rakyat.

"0,1 persen di atas (0,1 persen orang terkaya di Indonesia), kita terbuka. Indonesia harus untuk semua, yang kuat monggo. Kita tidak antiorang kaya, tapi orang kaya harus nasionalis. Bangsa Indonesia bukan ladang dan sawah untuk diambil kekayaannya dibawa ke luar negeri," tegas Prabowo saat memberikan sambutan dalam Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Prabowo menegaskan kekayaan alam yang tertanam di bawah bumi Indonesia harus diolah dan dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dulu.

"Saya ulangi, Bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain, tidak mau jadi ladangnya orang lain! Bangsa Indonesia ingin kekayaan Indonesia ditangan, dinikmati oleh rakyat Indonesia! Berkali-kali saya bicara seperti itu dan saya bertekad untuk mencapai itu," tegas Prabowo.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, salah satu upaya untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat adalah dengan melakukan hilirisasi berbagai macam komoditas. Lewat hilirisasi berbagai komoditas yang sebelumnya dikirimkan ke luar negeri dalam bentuk mentah dan memiliki nilai jual rendah, akan memiliki nilai tambah yang cukup signifikan.

"Proyek-proyek yang tadi diumumkan ini baru awal, ya. Kalau Anda perhatikan, kita olah semua nikel, bauksit, bahkan batu bara. Bahkan komoditas pertanian kita mau olah supaya nilai tambah ada di Indonesia. Supaya kita tambah makmur dan Bangsa Indonesia ingin kekayaan Indonesia ditangan, dinikmati oleh rakyat Indonesia," ujar dia.

Sebelumnya, Prabowo baru saja meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi di berbagai bidang di sejumlah wilayah Indonesia. Estimasi total nilai investasi dari groundbreaking tersebut mencapai Rp116 triliun.

"Hari ini, dalam acara yang menurut pendapat saya cukup bersejarah dan sangat membanggakan, yaitu groundbreaking realisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis realisasi senilai kurang lebih Rp116 triliun," ungkap Prabowo.

Baca juga artikel terkait PRABOWO SUB atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi