tirto.id - Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan sejumlah komitmen pemerintah dalam bidang pendidikan. Dalam pidatonya di Sidang Bersama DPR-DPD 2025, salah satu janji pemerintah yang diucapkan oleh Prabowo adalah merenovasi 13 ribu sekolah dan 1.400 madrasah yang tersebar di penjuru Indonesia.
"Saudara-saudara sekalian, pendidikan sangat penting. Kita juga akan renovasi lebih dari 13 ribu sekolah dan 1.400 madrasah," kata Prabowo di hadapan para tamu undangan.
Prabowo juga berjanji akan membentuk 20 Sekolah Unggulan Garuda dan 80 Sekolah Unggul Garuda Transformasi. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam bidang sains dan teknologi.
Tak hanya itu, Prabowo menambahkan, pemerintah juga akan menambah jumlah SMA Taruna Nusantara yang tersebar di pelosok negeri.
"Sekolah-sekolah yang sudah ada, ikut dalam program ini. Dan kami juga akan menambah SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di seluruh pelosok negeri," ucapnya.
Untuk sekolah yang saat ini sudah ada, Prabowo berjanji, pemerintah akan mengirimkan 288 ribu layar pintar atau smart TV agar para pelajar yang berada di daerah terpencil bisa menerima pengajaran dari guru-guru berkualitas secara virtual.
"Tahun ini, kita akan sebarkan 288 ribu layar pintar, smart platform, smart TV, yg akan kami distribusi ke sekolah-sekolah hingga ke pelosok-pelosok. Agar anak-anak di desa tertinggal, yang tidak ada guru yanh bagus, bisa dapat mengikuti pelajaran dari guru-guru terbaik yang mengajar secara virtual," kata Prabowo.
Sementara itu, di bidang pendidikan kedokteran, Prabowo menyebut pemerintah akan membuka 148 program studi (prodi) baru di 57 fakultas kedokteran yang ada di Indonesia.
Ia menguraikan, dari 148 prodi kedokteran baru yang akan dibuka, 125 di antaranya merupakan prodi spesialis, 23 di antaranya merupakan prodi subspesialis, serta 25 di antaranya merupakan prodi umum dan prodi kedokteran gigi.
"Untuk mengatasi kekurangan dokter dan dokter spesialis, tahun ini akan dibuka 148 prodi di 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia. Terdiri dari 125 prodi spesialis, dan 23 prodi subspesialis. Kita juga akan tambahkan 25 prodi umum dan prodi gigi. Serta memingkatkan kuota mahasiswa kedokteran yang mendapat beasiswa," sebutnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































