Menuju konten utama

Prabowo Ingin Tambah Pusat Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

Prabowo menyebutkan, pusat rehabilitasi narkoba tidak bisa menjadi segelintir tempat yang berupaya memberantas narkoba.

Prabowo Ingin Tambah Pusat Rehabilitasi Narkoba di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto saat melakukan pertemuan dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva guna membahas isu-isu global dan bilateral termasuk penguatan kerja sama kedua negara di sejumlah bidang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah bakal menambah lokasi pusat rehabilitasi narkoba. Prabowo menilai, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait pusat rehabilitasi narkoba. Ia meminta pusat rehabilitasi narkoba agar melakukan tugasnya dengan lebih efektif.

"Saya kira perlu tambahan pusat-pusat rehabilitasi [narkoba], ada beberapa kabupaten yang belum punya kita harus segera nanti lengkapi," ucapnya setelah menghadiri agenda pemusnahan barang bukti narkoba 214,8 ton di Lapangan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

"Ini menjadi PR bagi kita sekarang, rehabilitasi kita harus lebih teliti, lebih efektif, tapi saya terima kasih kepada semua lembaga yang sudah menjalankan upaya rehabilitasi ini," sambung dia.

Prabowo menyebutkan, pusat rehabilitasi narkoba tidak bisa menjadi segelintir tempat yang berupaya memberantas narkoba. Ia meminta fasilitas pendidikan juga menjadi tempat memberantas narkoba.

Di satu sisi, menurut Prabowo, semua masyarakat harus saling membantu untuk memberantas narkoba.

"Ini tidak mungkin kalau tidak bersama-sama kita lakukan melalui semua lembaga pendidikan termasuk pendidikan keagamaan, pendidikan SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, harus terus kita lancarkan bersama," tuturnya.

Mantan Menhan RI ini menambahkan, upaya pemberantasan narkoba di Tanah Air masih tergolong bijak dengan menggunakan pusat rehabilitasi narkoba. Klaimnya, ada negara yang aparatnya akan langsung menembak pengguna narkoba.

Sementara itu, Prabowo menyebutkan, masyarakat di negara itu bisa jadi menjadi seorang pecandu karena menjadi korban.

"Ada presiden-presiden negara lain, negara tertentu yang ambil tindakan drastis sekali, dia nembak di tempat siapapun yang pegang narkoba. Akibatnya juga ada anak-anak yang mungkin korban malah ditembak mati," ucap dia.

"Tapi saking mereka ingin habiskan masalah ancaman ini, mereka bersedia melakukan tindakan yang sangat drastis," lanjut Prabowo.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher