tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh bangsa untuk tidak melupakan sejarah kelam masa kolonial. Prabowo mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa pernah mengalami penghinaan luar biasa hingga derajat kemanusiaannya direndahkan oleh penjajah.
"Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing," ungkap Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Lebih lanjut, pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta agar bangsa Indonesia tidak mudah kagum terhadap model ekonomi negara lain yang kemajuannya dibangun di atas penderitaan bangsa lain.
Ia menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari sejarah agar tidak kembali terjajah.
"Mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah, akan mengulangi sejarah kelam yang sama," tegasnya.
Selain itu, Prabowo mengingatkan bahwa cetak biru perekonomian Indonesia telah dirumuskan secara matang oleh para pendiri bangsa. Menurut Prabowo, fondasi ekonomi yang tepat bagi kesejahteraan rakyat tertuang jelas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Pasal 33 dengan jelas menjabarkan sistem perekonomian yang harusnya kita jalankan sebagai bangsa," ujar Prabowo.
Prabowo menekankan, Pasal 33 UUD 1945 merupakan warisan berharga yang harus dijalankan secara murni dan konsekuen untuk mewujudkan kemandirian bangsa.
Prabowo meyakini, jika Pasal 33 UUD 1945 diterapkan dengan benar, negara akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menyejahterakan rakyat.
"Negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh akan menjadi negara yang makmur, yang adil, di mana rakyatnya menikmati kesejahteraan dan kualitas hidup yang layak," ujarnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


























