tirto.id - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap bahwa hubungan Indonesia dengan Brasil di bidang perdagangan menjadi salah satu yang harus dioptimalkan. Hal itu berdasarkan pertemuan dalam lawatan kenegaraan ke Brasil dan bertemu Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.
Menurut Prabowo, Indonesia dan Brasil sama-sama memiliki potensi besar sumber daya alam.
"Brasil dan Indonesia sama-sama negara sangat besar, memiliki hutan tropis yang sangat besar, bisa dikatakan paru-paru dunia, kita juga memiliki sumber-sumber alam yang sangat besar," ucap Prabowo saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (16/7/2025).
Dijelaskan Prabowo, saat menemui Presiden Lula, ada keheranan yang disampaikan karena kerja sama kedua negara sangatlah minim. Padahal, karakteristik kedua negara banyak memiliki kesamaan.
"Aneh kita berbicara, Presiden Lula dan saya mengatakan aneh hubungan dagang kita masih relatif kecil, jadi ini kita ingin tingkatkan," tutur Prabowo.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo memamerkan program makan bergizi gratis (MBG) saat menemui Presiden Lula. Ia menyebutkan, MBG menjadi salah satu program pemenuhan gizi anak di Tanah Air. Karena itu, Pemerintah RI menargetkan penambahan jumlah penerima MBG pada akhir 2025.
"Kami saat ini tengah menjalankan program ambisius penyediaan makan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil di Indonesia, dan target kami adalah 82,9 juta porsi per hari pada Desember 2025," ucapnya saat konferensi pers bersama Lula.
Di Brasil, Prabowo pun menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di kota Rio de Janeiro. KTT ini diselenggarakan dengan tema "Strengthening Global South Cooperation for More Inclusive and Sustainable Governance".
“Kemudian BRICS tentunya kita juga diterima sebagai anggota. Sesudah itu saya kunjungan resmi ke Republik Federasi Brasil, diterima Presiden Lula dengan baik,” ucap Presiden Prabowo.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id
































