tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai kedaulatan pangan nasional.
Dalam pidatonya di acara Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Selasa (24/6/2026), Prabowo menyoroti peran strategis TNI dan Polri yang ikut serta dalam mengawal ketahanan pangan.
"Hanya di Indonesia, polisi ngurus pertanian, hanya mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah, hanya di Indonesia Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu," ujar Prabowo sebagaimana disiarkan langsung oleh akun YouTube Sekretariat Presiden.
Menurutnya, pelibatan aparat negara di lapangan adalah salah satu alasan kuat mengapa Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan yang kokoh.
Prabowo meyakini langkah ini menjadi kunci bagi Indonesia untuk tumbuh menjadi negara yang hebat di masa depan.
"Tapi ini adalah strategis, ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat saudara-saudara sekalian. Kita akan bangkit jadi negara yang hebat," sambungnya.
Prabowo menegaskan swasembada pangan adalah fondasi utama sebuah peradaban. Ia bersyukur bahwa dalam satu tahun delapan bulan terakhir, Indonesia telah mencapai rekor produksi beras tertinggi sepanjang sejarah berdirinya negara.
"Kita yakin kita swasembada pangan tidak hanya untuk satu tahun. Untuk seterusnya kita akan swasembada pangan," ujar Prabowo.
Keberhasilan ini, menurut Prabowo, merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi para petani dan nelayan.
"Petani dan nelayan adalah penghasil makanan, penghasil pangan. Tidak ada negara bisa berdiri, tidak ada negara bisa bertahan, bahkan tidak ada peradaban yang bisa bertahan tanpa pangan," ungkap Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






































