Menuju konten utama

PPIH Intensif Dampingi Jemaah Haji Gelombang II ke Madinah

PPIH Arab Saudi memperkuat pendampingan jemaah haji gelombang II menuju Madinah. Fokus pada layanan transportasi, akomodasi, dan kesehatan jemaah.

PPIH Intensif Dampingi Jemaah Haji Gelombang II ke Madinah
Kepala Ssektor 8 Misfalah Daker Makkah, PPIH Arab Saudi, Nur Muhammad, saat ditemui Media Center Haji (MCH) di Misfalah, Makkah, Minggu (7/6/2026). Foto: Abdul Aziz/Tirto/MCH 2026.

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah terus mengintensifkan pendampingan jemaah haji Indonesia gelombang kedua menjelang pendorongan ke Madinah. Sebab, usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tak sedikit jemaah yang mengalami kelelahan.

Kepala Sektor 8 Misfalah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Nur Muhammad, mengatakan, saat ini terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian pihaknya, yakni proses pendorongan jemaah ke Madinah dan pemulangan jemaah ke Indonesia.

Menurut Nur, pihaknya masih menunggu jadwal resmi dari Daker Makkah terkait waktu keberangkatan jemaah menuju Madinah. Namun, ia telah menerima informasi tidak lama lagi, ribuan jemaah yang berada di wilayah Sektor 8 akan diberangkatkan.

"Alhamdulillah semua teman-teman petugas itu melaksanakan sesuai dengan SOP-nya," kata Nur kepada tim Media Center Haji (MCH) saar ditemui di Misfalah, Makkah, Minggu (7/6/2026).

Nur menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan proses pendorongan berjalan lancar. Persiapan tersebut meliputi pengaturan barang bawaan jemaah, transportasi, akomodasi, hingga konsumsi selama perjalanan menuju Madinah.

"4 jam sebelum keberangkatan sudah kami persiapkan, dari transportasi, akomodasi, dan lain sebagainya, itu termasuk makanan tambahan yang nanti dibekal, bawa bekal, umpamanya mereka berangkat jam 12.00, kan mereka mesti dapat jatah makan tuh, itu kita bawakan ke dalam bus untuk mereka persiapan perjalanan," kata dia.

Nur menyebutkan, jumlah jemaah yang berada di Sektor 8 mencapai 16.708 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 jemaah haji gelombang pertama telah lebih dahulu kembali ke Tanah Air.

Nur mengaku tidak memiliki strategi khusus dalam mengawal pergerakan jemaah, baik menuju Madinah maupun menuju Bandara Jeddah untuk kepulangan ke Indonesia. Namun, penguatan soliditas tim menjadi hal yang terus ditekankan.

"[Kesolidan] tim sangat penting. Karena kalau timnya itu solid, insyaallah semua bisa terlaksana dengan baik. Tapi kalau timnya itu sudah personal, individual, enggak mau saling membantu, akan terjadi crowded, dalam hal pendorongan jemaah ke Tanah Air maupun ke Madinah nantinya," kata dia.

Menurut Nur, kekompakan tim menjadi kunci dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah.

"Alhamdulillah untuk tim di Sektor 8 semua solid, kompak, sesuai dengan tuposinya masing-masing, bekerja saling bahu-membahu," kata dia.

Saat ini, penyelenggaraan ibadah haji telah memasuki fase pemulangan jemaah gelombang pertama ke Tanah Air. Sementara jemaah haji gelombang kedua akan diberangkatkan ke Madinah secara bertahap.

Berdasarkan data Kemenhaj, per Minggu (7/6/2026), 14 kloter jemaah haji gelombang kedua mulai didorong ke Madinah. Berikut data detail kloter yang dijadwalkan berangkat ke Madinah dari Makkah pada Minggu, 7 Juni 2026: Kloter JKG 18, kloter KJT 21, kloter SUB 57, kloter JKS 13, SUB 58, LOP 12, SUB 59, UPG 22, SUB 60, BTJ 2, PDG 12, SOC 44, SOC 45, serta SUB 62.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Dipna Videlia Putsanra