Menuju konten utama

Kloter JKG 18 Awali Keberangkatan Jemaah Gelombang II ke Madinah

Kloter JKG 18 menjadi rombongan pertama jemaah haji gelombang II yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah. Sebanyak 14 kloter dijadwalkan berangkat.

Kloter JKG 18 Awali Keberangkatan Jemaah Gelombang II ke Madinah
Jemaah haji Kloter 18 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 18) diberangkatkan menuju Madinah dari Hotel Manazel Al-Hoor, Mekkah, Arab Saudi, Minggu (7/6/2026). Mereka dilepas oleh Kepala Daker Mekkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal. Foto: Media Center Haji (MCH) 2026.

tirto.id - Jemaah haji Indonesia gelombang kedua resmi diberangkatkan ke Madinah pada Minggu (7/6/2026). Kloter JKG 18 atau Embarkasi Jakarta-Pondok Gede resmi mengawali pendorongan perdana dan dilepas langsung oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal.

Hari ini sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan didorong ke Madinah secara bertahap, mulai pukul 07.00 hingga pukul 18.00 sore Waktu Arab Saudi (WAS). Jadwal pendorongan jemaah ke Madinah ini dilakukan pagi hingga sore. Hal ini berbeda dengan proses pemulangan ke Tanah Air lewat Jeddah, yang bisa diberangkatkan malam, bahkan saat dini hari.

"Barusan sudah kita mulai dari kloter JKG 18 dengan jumlah bus sebanyak 11 bus dengan seluruh jemaah 439," kata Ihsan saat ditemui di sela pelepasan jemaah di Manazel Al Hoor Hotel 2, kawasan Misfalah, Sektor 7 Makkah.

Ihsan menjelaskan, seluruh pemberangkatan dilakukan pada siang hari. Jemaah tidak dijadwalkan melakukan perjalanan malam demi menjaga kenyamanan dan kondisi fisik mereka. "Jadi tidak ada perjalanan malam," kata Ihsan.

Berbeda dengan saat kedatangan di Tanah Suci, pada fase perpindahan ke Madinah jemaah membawa seluruh barang bawaan mereka, termasuk koper bagasi besar. Karena itu, petugas menerapkan prosedur khusus agar proses naik bus berjalan tertib dan lancar.

"Para jemaah itu akan berangkat dengan busnya dengan membawa koper bagasinya. Tadi kita lihat di JKG 18 koper bagasi besarnya itu ikut dengan bus-busnya," kata Ihsan.

Menurut Ihsan, urutan naik bus telah diatur secara khusus dengan mengutamakan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Lansia dan penyandang disabilitas mendapat kesempatan pertama untuk naik bus, disusul jemaah perempuan, kemudian jemaah laki-laki, sebelum diakhiri oleh ketua rombongan dan ketua kloter.

Skema tersebut diterapkan agar seluruh jemaah dapat diberangkatkan dengan aman, nyaman, dan tertib.

Ihsan juga memastikan hanya jemaah yang dinyatakan layak melakukan perjalanan yang diberangkatkan ke Madinah. Sementara jemaah yang masih menjalani perawatan akan tetap berada di Makkah hingga kondisi kesehatannya memungkinkan.

"Kalau ada jemaah yang sakit dan sakitnya menurut dokter atau ahli kesehatan tidak boleh untuk diberangkatkan, akan dirawat di Makkah di rumah sakit Arab Saudi," ujarnya.

Meski demikian, jemaah yang tertunda keberangkatannya tetap akan dipindahkan ke Madinah setelah dinyatakan pulih dan layak melakukan perjalanan.

Berikut data detail kloter yang dijadwalkan berangkat ke Madinah dari Makkah pada Minggu, 7 Juni 2026: Kloter JKG 18, kloter KJT 21, kloter SUB 57, kloter JKS 13, SUB 58, LOP 12, SUB 59, UPG 22, SUB 60, BTJ 2, PDG 12, SOC 44, SOC 45, serta SUB 62.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Dipna Videlia Putsanra