Menuju konten utama

Polri Sudah Bagikan 5.706 Ton Beras Melalui Gerakan Pangan Murah

Gerakan Pangan Murah ini sebagai upaya menstabilkan harga pangan, terutama beras, agar tetap terjangkau masyarakat.

Polri Sudah Bagikan 5.706 Ton Beras Melalui Gerakan Pangan Murah
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Kedua kanan) dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (ketiga kiri) meninjau Gerakan Pangan Murah Polri dan Bulog di Jakarta, Kamis (14/8/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan beras murah yang disalurkan ke masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) sudah tersalurkan sebanyak 5.706 Ton, sejak Rabu (13/8/2025) kemarin.

"Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan kick-off Gerakan Pangan Murah secara serentak. Hingga 13 Agustus, sudah disalurkan 5.706 ton beras SPHP di 4.705 titik," kata Sigit di Gudang Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Di hari ini pun Sigit melakukan kick-off GPM bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian; Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi; dan Direktur Utama Perum Bulog, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Kick off ini sebagai upaya menstabilkan harga pangan, terutama beras, agar tetap terjangkau masyarakat.

"Khusus hari ini, kami menyalurkan 2.424 ton di 1.552 titik dengan penerima manfaat hampir 485 ribu orang,” ujar Sigit.

Dia menambahkan, harga beras, gula, dan minyak yang dijual dalam program ini dipastikan sesuai standar Bulog dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk harga satu liter beras adalah Rp11.000 atau Rp55.000/5 Kg.

Menurut Sigit, beras yang dijual ke masyarakat dalam program GPM ini ditargetkan mencapat 1,3 juta ton. Penyalurannya akan dievaluasi setiap minggunya untuk memastikan program berjalan optimal.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menambahkan, Polri memang memiliki peran strategis dalam menjalankan gerakan ini. Gerakan ini pun dapat menjaga stabilitas inflasi nasional.

“Target inflasi kita berada di kisaran 1,5 sampai 3,5 persen. Pada Juli kemarin inflasi tercatat 2,37 persen, sesuai target. Namun beras adalah komoditas utama yang harus dijaga. Beberapa wilayah di timur bahkan harganya sempat di atas HET, yakni Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram,” ungkap Tito.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa gerakan ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Sampai saat ini sudah 18,27 juta keluarga penerima manfaat menerima bantuan bahan pokok murah.

“Bantuan pangan sudah 90 persen tersalurkan untuk 18,27 juta Keluarga Penerima Manfaat. Selanjutnya Gerakan Pangan Murah SPHP sebanyak 1,3 juta ton akan terus berjalan hingga Desember,” kata Arief.

Baca juga artikel terkait GERAKAN PANGAN MURAH atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto