Menuju konten utama

Polri Masih Selidiki Penganiayaan Aparat Saat Penggusuran Tamansari

Penyelidikan termasuk menyoroti apakah perlunya mencopot jabatan Kapolda Jabar saat ini. 

Polri Masih Selidiki Penganiayaan Aparat Saat Penggusuran Tamansari
Petugas kepolisian melakukan pengamanan saat pengosongan dan pengamanan lahan RW 11 Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.

tirto.id - Mabes Polri sampai saat ini masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan aparat kepolisian dan Satpol PP dalam penggusuran di daerah Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019) pekan lalu.

"Penyelidikannya sejalan antara proses di internal terkait anggota dan penyelidikan dugaan adanya keterlibatan anarko dalam kasus itu. Jadi penyelidikan paralel," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Penyelidikan ini termasuk menyoroti apakah perlunya mencopot jabatan petinggi kepolisian disana, seperti Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi karena dianggap tidak bisa mengendalikan anak buahnya.

"Nanti akan diselidiki siapa yang bertanggung jawab," jelas Asep.

Tak hanya di Mabes Polri, kata Asep pemeriksaan internal juga dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Barat yang telah memeriksa 25 polisi dalam dugaan penganiayaan tersebut.

Penggusuran Tamansari berlangsung pada Kamis (12/12/2019) pagi sekira pukul 08.00 WIB. Sebanyak 38 kepala keluarga di 16 bangunan kawasan RW 11 Tamansari, Bandung, dikepung aparat lantaran tempat tinggal mereka akan digusur. Kamis itu, terjadi bentrokan antara warga dan aparat keamanan yang jumlahnya jauh lebih banyak dan disertai senjata. Kejadian itu viral.

Video kekerasan yang dilakukan aparat, baik Satpol PP atau polisi, tersebar di media sosial. Akun Instagram Tamansarimelawan salah satu yang mengunggahnya.

Dalam salah satu video, seorang anggota TNI menarik seorang warga ke arah kerumunan polisi, kemudian para polisi itu mengeroyok warga tersebut. Ada juga beberapa video yang memperlihatkan polisi memukuli warga di halaman pusat perbelanjaan Balubur Town Square (Baltos) yang dekat dengan kawasan penggusuran.

Wali Kota Bandung Oded mengklaim penggusuran itu sesuai dengan prosedur, sebab tanah tersebut milik Pemerintah Kota Bandung. Namun berdasarkan keterangan warga, sejumlah bangunan rumah di kawasan itu telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.

"Kita proses mediasi terus, sudah hampir satu tahun mediasi itu. Di sana itu ada 198 orang 176 diantaranya sudah setuju," kata Oded seperti dikutip Antara.

Baca juga artikel terkait PENGGUSURAN TAMANSARI atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Bayu Septianto