Polri Klaim Pemilihan Irjen Firli Bahuri Demokratis dan Transparan

Oleh: Adi Briantika - 13 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Firli diperlakukan berbeda saat fit and proper test Capim KPK. Dia banjir pujian. Polisi lantas menyebut pemilihan ini "demokratis dan transparan".
tirto.id - Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengapresiasi Komisi III DPR RI yang telah memilih Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dedi bilang proses penentuan Capim KPK ini sudah "demokratis dan transparan".

"Publik bisa melihat, disiarkan secara langsung. Kemudian secara akuntabel dan sesuai dengan kompetensinya," kata Dedi di gedung Rupattama Mabes Polri, Jumat (13/9/2019) pagi.

Dedi berharap dengan terpilihnya Firli, relasi antara Polri dan KPK yang sudah solid, semakin baik.

"Dari mulai proses penangkapan, penyitaan, penggeledahan, supervisi terhadap kasus korupsi yang ditangani oleh Polri, sangat baik hubungan dengan KPK," katanya.

Terkait status Firli yang masih menjabat, Dedi mengaku akan bertanya dulu ke Divisi Sumber Daya Manusia Mabes Polri. "Apakah langsung ada pengganti [atau] menunggu sampai dengan menjelang pelantikan, itu ada mekanismenya. Nanti saya tanyakan."

Firli terpilih Jumat dini hari. Dia mendapat suara terbanyak dari 56 anggota yang punya hak suara meski sebetulnya punya masalah etik. Dia diduga melakukan pelanggaran etik berat ketika menjabat Deputi Penindakan KPK.

Dia mendapat giliran uji kelayakan dan kepatutan ke-9 dari total 10 capim. Biasanya, para penguji bertanya dengan nada tinggi cenderung emosi. Tapi Firli diperlakukan berbeda.

Hampir semua anggota Komisi III memberikan pujian kepada Firli sebelum mengajukan pertanyaan.

Politikus dari PDIP Arteria Dahlan berharap slide presentasi Firli bisa dibagikan ke publik. Sementara Wakil Ketua Komisi III dari fraksi Demokrat Erma Suryani Ranik mengatakan paparan Firli sangat rapi dan enak dibaca.

Sejumlah anggota Komisi III lain bahkan terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Firli, misalnya, Anwar Rachman dari fraksi PKB. Pada saat yang sama dia menyerang Wadah Pegawai KPK. Dia bilang, pegawai KPK dibayar negara tapi membangkang. Karenanya, mereka harus ditertibkan.

Dukungan juga disampaikan Wa Ode Nur Zainab dari PAN. "Saya sangat salut dengan pemaparan bapak tadi," katanya.

Firli menjawab semua pertanyaan hampir satu jam. Setelahnya tak ada lagi anggota yang mau mendalami jawaban Firli.

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu bahkan berseloroh pendalaman bisa dilakukan saat Firli sudah menjadi pimpinan KPK. "Cukup dan jelas Pak Ketua. Insya Allah bisa kita dalami saat raker," ucap Masinton.


Baca juga artikel terkait CALON PIMPINAN KPK atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Rio Apinino
DarkLight