tirto.id - Polri membangun 89 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan program makanan bergizi gratis (MBG). Dari target 89 SPPG tersebut, 22 dalam tahap pembangunan dan tujuh sudah mulai beroperasi.
"Dari 89 lokasi yang sedang kami siapkan, 7 sudah beroperasi, 22 dalam verifikasi, dan 60 lainnya dalam pembangunan. Ketika seluruhnya berjalan, diperkirakan 259.000 penerima manfaat akan terlayani," kata Irwasum Polri, Komjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan resmi, Selasa (3/6/2025).
Dedi menerangkan, pembangunan SPPG ini merupakan dukungan penuh dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan jajaran yang fokus pada kecepatan operasional, kualitas gizi, dan pemerataan layanan. Dia pun turun langsung ke lokasi pembangunan SPPG Polri baru di Markas Brimob Kalapa Dua, Depok.
Dia menerangkan, SPPG akan dibangunan dengan tanah seluas 15x26 meter. Saat ini, sudah 40% proses pembangunan rampung dan ditargetkan beroperasi dalam 15 hari ke depan.
"Peralatan masak sedang dipastikan oleh ahli untuk memenuhi standar keamanan pangan," ucap Dedi.
Menurut Dedi, saat ini masyarakat sudah dapat mengakses makanan bergizi gratis di tujuh lokasi SPPG Polri, yakni di Pejaten dan Cipinang (Jakarta), Markas Polda Jawa Barat, serta titik strategis di Banten, Bali, Bengkulu, dan Polda Metro Jaya. Layanan di tujuh SPPG tersebut telah menjangkau 21.000 penerima manfaat.
Komitmen kualitas dan kecepatan pelayanan, kata Dedi, terus didorong demi tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses makanan bergizi. Dia memastikan bahwa Polri bekerja dengan prinsip cepat, tepat, dan terukur.
"Untuk 22 SPPG Polri yang sedang dalam tahap akhir persiapan tersebar dari Aceh hingga Papua, termasuk DIY, Jambi, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara," ujar dia.
Polri, kata Dedi, membuka kesempatan bagi relawan untuk bergabung dalam distribusi makanan. Dia menegaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen Polri menjembatani kebijakan Asta Cita dengan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus menjamin akses pangan bergizi tanpa biaya.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































