tirto.id - Kepolisian Resor (Polres) Kota Sibolga, Sumatera Utara telah menangkap tiga pelaku yang melakukan tindak kekerasan di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara. Tindak kekerasan tersebut mengakibatkan korban seorang mahasiswa meninggal dunia pada Jumat (31/10/2025).
Ketiga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial ZP alias A (57), HB alias K (46) dan SS alias J (40). Ia mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil cepat dan sinergi personel yang bergerak begitu menerima laporan
"Begitu mendapat laporan dan hasil rekaman CCTV tim langsung melakukan penyelidikan intensif. Kurang dari satu hari dua pelaku utama berhasil kami amankan," kata Kapolres Kota Sibolga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eddy Inganta, dalam keterangan resmi yang diterima di Medan sebagaimana dikutip Antara, Senin (3/11/2025).
Eddy menambahkan, satu pelaku lainnya berhasil ditangkap pada keesokan harinya yang hendak berusaha melarikan diri.
"Kami masih terus mengembangkan penyelidikan untuk memburu satu pelaku lain yang belum ditangkap," kata dia.
Ia memastikan polisi memburu satu pelaku kasus dugaan tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa yang terjadi di halaman Masjid Agung.
"Polres masih terus mengembangkan penyidikan untuk memburu satu pelaku lain yang belum tertangkap," ujar Eddy.
Di sisi lain, kata dia, pihaknya bakal melakukan pemeriksaan saksi, rekonstruksi kejadian dan pelimpahan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Ia menjelaskan peristiwa naas tersebut berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, bermula ketika korban yang hendak beristirahat di masjid tersebut ditegur dan dianiaya oleh sejumlah pelaku hingga mengalami luka berat di kepala. Korban sempat dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.F.L Tobing Sibolga untuk mendapat perawatan, Namun, pada Sabtu (1/11/2025) korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 05.55 WIB
"Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Tidak ada toleransi terhadap kekerasan terlebih yang terjadi di lingkungan rumah ibadah," ujarnya.
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




























