Menuju konten utama

Pigai Minta Wilayah Rawan Intoleransi Diawasi Jelang Nataru

Pigai mengatakan antisipasi diminta dilakukan sejak dini agar peribadatan dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung aman, damai, dan kondusif.

Pigai Minta Wilayah Rawan Intoleransi Diawasi Jelang Nataru
Menteri HAM, Natalius Pigai, saat konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2025). tirto.id/Auliya Umayna
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah dan jajaran kementerian/lembaga untuk mengantisipasi potensi kerawanan HAM, khususnya intoleransi, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) .

Pigai mengatakan, antisipasi diminta dilakukan sejak dini agar peribadatan dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung aman, damai, dan kondusif. Dia mengatakan, hal ini bisa dimulai dengan penetapan dan deteksi dini indikasi intoleransi.

“Mulai dari sekarang harus dilakukan pemetaan dan deteksi dini. Kalau ada potensi intoleransi, dicarikan alternatif atau dilakukan pendekatan persuasif agar kegiatan ibadah bisa berlangsung dengan baik,” kata Pigai, kepada wartawan di Gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2025).

Pigai menegaskan Kementerian HAM telah memerintahkan seluruh jajaran, mulai dari eselon I hingga staf, termasuk kantor wilayah di seluruh Indonesia, untuk terlibat aktif membantu masyarakat selama periode Nataru. Bahkan, pegawai yang libur maupun bekerja dari rumah tetap diminta menjalankan fungsi pemantauan.

Langkah ini, kata Pigai, dilakukan agar Natal dan Tahun Baru menjadi momentum kebahagiaan dalam suasana damai, toleran, stabil, serta terpenuhinya seluruh kebutuhan masyarakat.

“Natal dan Tahun Baru ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga mobilitas orang, barang, dan jasa dalam jumlah sangat besar,” ujarnya.

Pigai mengatakan berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jutaan orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama Nataru. Oleh karena itu, Pigai menilai stabilitas keamanan dan kondisi sosial menjadi faktor krusial.

Pigai berharap perayaan Nataru tahun ini dapat mencapai target zero intoleransi dan zero accident. Menurutnya, jika Indonesia mampu menjaga situasi kondusif tanpa insiden intoleransi di tengah masyarakat yang majemuk, hal itu akan menjadi contoh bagi dunia internasional.

“Kalau tidak ada berita intoleransi sama sekali, berarti kita termasuk yang terbaik di dunia,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait NATARU 2026 atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Bayu Septianto