tirto.id - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) akan mengecek langsung dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pendiri pondok pesantren Ndholo di Pati, Jawa Tengah, terhadap santriwatinya.
Menteri HAM, Natalius Pigai, akan mengirimkan perwakilan di Kantor HAM wilayah Jawa Tengah untuk memeriksa langsung kejadian tersebut.
"Nanti saya perintahkan hari ini juga Kantor Wilayah Jawa Tengah untuk cek itu," kata Pigai kepada wartawan di Gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).
Diketahui, pendiri pesantren berinisial S diduga menggunakan pendekatan relasi kuasa di lingkungan pesantren untuk melakukan aksi kekerasan seksual. Korban disebut diminta untuk tunduk dan patuh sebagai bentuk ketaatan terhadap pengasuh.
Polisi mencatat korban yang melapor telah mencapai delapan orang. Sementara itu, total korbannya diduga bisa mencapai 30 hingga 50 orang.
Para korban juga disebut mendapatkan tekanan psikologis berupa ancaman akan dikeluarkan dari pesantren atau digantikan jika tidak menuruti permintaan pelaku. Di sisi lain, kebanyakan korban memiliki latar belakang keluarga kurang mampu sehingga harus terus berupaya agar bertahan di pesantren.
Modus komunikasi juga dilakukan secara pribadi, termasuk melalui pesan WhatsApp pada malam hari, di mana korban kemudian diminta datang ke ruangan tertentu di lingkungan pesantren.
Lokasi kejadian yang disebutkan antara lain ruang kantor serta kamar yang berada tidak jauh dari kediaman keluarga pengasuh.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























