Menuju konten utama

Pidato Prabowo Digunakan Propaganda Pro Zionis, Cek Faktanya!

Sebagian isi pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB dituding pro-Zionis. Simak fakta sebenarnya terkait materi pidato tersebut.

Pidato Prabowo Digunakan Propaganda Pro Zionis, Cek Faktanya!
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). Presiden Prabowo menyampaikan pidato selama 19 menit bertemakan Seruan Indonesia untuk Harapan dengan menekankan solidaritas, keadilan global, hingga solusi dua negara bagi Palestina dan Israel. ANTARA FOTO/Fathur Rochman/app/wpa.

tirto.id - Isi pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB mendapat sorotan karena sebagian materinya dimanfaatkan untuk propaganda pro-Zionis. Salah satu kutipan yang beredar menyebut Indonesia akan mendukung jaminan keamanan bagi Israel. Di sisi lain, Prabowo juga menutup pidatonya dengan salam khas Yahudi.

"Namun kita juga harus mengakui dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel," ucap Prabowo dalam pidatonya.

Di sisi lain, kutipan tersebut sebenarnya masih satu kesatuan makna secara utuh dalam pidato Prabowo. Kalimat ini tidak berdiri sendiri karena terkait dengan konsep solusi dua negara yang ditawarkan dalam Deklarasi New York.

Sementara itu, Prabowo menutup pidatonya dengan sapaan "shalom". Ucapan ini berasal dari Bahasa Ibrani yang artinya perdamaian. Beberapa media Israel turut menyinggung salam ini yang merupakan sapaan khas bagi umat Yahudi dan Kristiani.

Benarkah Pidato Prabowo Dukung Zionis? Ini Faktanya

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal pengakuan terhadap Israel diucapkan dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-80, Selasa (23/9/2025). Pernyataan itu merupakan bagian tidak terpisahkan dari kerangka solusi dua negara yang disampaikannya.

Dalam pidato lengkapnya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan mengakui negara Israel hanya jika Israel lebih dulu mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina. Pernyataan ini disampaikan dalam satu rangkaian logis. Kalimat tersebut bukan bentuk dukungan sepihak, melainkan syarat dalam kerangka penyelesaian dua negara.

“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati, perdamaian yang nyata, tanpa kebencian dan tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” ucap Prabowo.

Prabowo menyebut bahwa satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik adalah melalui solusi dua negara. Solusi ini ditegaskan sebagai pendekatan adil yang menjamin hak hidup dan keamanan kedua pihak. Gagasan tersebut juga selaras dengan Deklarasi New York yang telah mendapatkan dukungan dari 142 negara melalui Majelis Umum PBB pada Jumat (12/9/2025).

Materi pidato Prabowo secara utuh tidak memberikan ruang dukungan untuk Israel dalam melakukan penindasan pada Palestina. Ia menegaskan penderitaan rakyat Palestina tidak boleh diabaikan.

Ia menyebut puluhan ribu warga Gaza tewas akibat agresi Israel adalah tragedi kemanusiaan. Prabowo juga mengecam keras kekerasan terhadap warga sipil yang tidak berdosa.

Sebagai aksi nyata, Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengerahkan hingga 20.000 pasukan perdamaian jika PBB membutuhkan. Pemerintah siap berkontribusi secara finansial bagi misi perdamaian global.

Di sisi lain, ia menyinggung pengalaman sejarah Indonesia di bawah penjajahan dan penindasan. Bangsa Indonesia telah memahami arti keadilan karena pernah merasakan kehidupan dalam sistem penjajahan. Hal ini, menurut Prabowo, menjadi dasar moral bagi Indonesia dalam menyuarakan solidaritas terhadap Palestina.

Presiden turut mengingatkan untuk memperkuat peran Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai garda terdepan dalam menciptakan tatanan global yang berimbang. Ia menyoroti kesejahteraan dan perdamaian tidak seharusnya menjadi milik segelintir negara saja.

“Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak menderita karena keterpaksaan, tetapi hidup dalam keadilan yang layak mereka dapatkan. Mari kita lanjutkan perjalanan besar umat manusia menuju cita-cita, aspirasi tanpa pamrih yang melahirkan PBB,” terang Prabowo.

Pembaca yang ingin mengetahui informasi lainnya seputar konflik Palestina-Israel dapat klik tautan di bawah ini.

Kumpulan Artikel tentang Palestina

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Ilham Choirul Anwar