tirto.id - Piala Dunia U17 2025 di Qatar pada 3-27 November 2025 tidak menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Sebagai gantinya, FIFA menggunakan Football Video Suport (FVS), sebagai teknologi pendukung wasit yang lebih low budget.
Berbeda dengan VAR yang dapat menginterupsi keputusan wasit, FVS hanya digunakan apabila ada tim yang tidak puas dengan keputusan wasit. Nantinya, tim-tim peserta Piala Dunia U17 2025 memiliki 2 kesempatan challenge sepanjang 90 menit.
FVS sendiri sudah diaplikasikan dalam turnamen-turnamen kelompok umur FIFA. Sebelum diterapkan di Piala Dunia U17 2025, FVS sudah digunakan di Piala Dunia U17 Wanita 2025, dan Piala Dunia U20 2025.
Mengapa FIFA Tidak Pakai VAR di Piala Dunia U17 2025?
Keputusan FIFA menggunakan FVS sebagai teknologi pendukung wasit di Piala Dunia U17 2025 karena lebih hemat biaya. Pasalnya, di kompetisi kelompok umur tidak banyak sponsor yang masuk untuk mendanai kejuaraan.
Kendati begitu, penggunaan teknologi pendukung dapat memberi rasa keadilan kepada setiap tim apabila keputusan wasit kurang memuaskan. Hal itu membuat laga lebih adil dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Selain di kompetisi kelompok umur yang diselenggarakan FIFA, FVS juga digunakan di kompetisi divisi bawah liga-liga Eropa. Hasilnya, banyak keputusan wasit yang berubah karena bantuan teknologi.
Dikutip dari Antara, pada matchday 1 penyisihan grup Piala Dunia U20 2025, FVS sudah digunakan sebanyak 7 kali. Hasilnya, 5 keputusan wasit dianulir setelah melihat FVS, sedangkan 2 lainnya tidak berubah.
FIFA sendiri memperkenalkan FVS sebagai alternatif VAR. FVS pun memiliki fungsi yang mirip dengan VAR, yakni meninjau gol atau tidak gol, penalti atau tidak penalti, kartu merah langsung dan kesalahan identifikasi pada kartu kuning atau kartu merah.

Bagaimana Cara Kerja FVS di Piala Dunia U17 2025?
FVS memiliki cara kerja yang berbeda dengan VAR. Pasalnya, tidak semua kejadian dalam pertandingan Piala Dunia U17 2025 nantinya akan di review oleh FVS.
Setiap tim yang bertanding bakal memiliki 2 kali kesempatan challenge untuk meminta review FVS. Apabila challenge berhasil, jatah challenge untuk tim tersebut tidak berkurang. Namun, jika challenge gagal, jatah challenge tim yang meminta review akan berkurang 1.
Challenge hanya bisa diminta oleh head coach masing-masing tim. Masing-masing tim memiliki 2 kartu challenge sepanjang 90 menit, yang bertambah 1 challenge apabila terjadi perpanjangan waktu.
Berikut ini adalah cara menggunakan FVS dalam pertandingan Piala Dunia U17 2025. Ada 4 kejadian yang dapat direview yakni gol, penalti, kartu merah langsung dan kesalahan identifikasi kartu kuning.
- Terjadi pelanggaran di kotak penalti, gol sah atau tidak sah, kartu merah langsung dan indentifikasi kartu kuning atau merah yang salah diberikan kepada pemain.
- Pelatih melakukan protes dan meminta wasit melakukan review dengan mengangkat kartu FVS, kemudian memberikannya kepada ofisial keempat.
- Wasit kemudian melakukan review gol, pelanggaran atau kartu yang diberikan sesuai dengan permintaan pelatih.
- Setelah melihat video FVS di pinggir lapangan, wasit membuat keputusan untuk menganulir keputusannya atau tidak.
- Apabila challenge berhasil, jatah kartu FVS tidak berkurang. Namun, jika challenge gagal jatah review bakal berukurang 1.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id































