Menuju konten utama

Pesawat Kargo Amazon Kecelakaan di Bandara Miami, 5 Orang Tewas

Pesawat kargo yang dipergunakan Amazon Air tergelincir di Bandara Miami. Ada lima korban tewas dan lima lainnya terluka. Penyebabnya sedang diselidiki.

Pesawat Kargo Amazon Kecelakaan di Bandara Miami, 5 Orang Tewas
Petugas memeriksa lokasi tempat sejumlah mobil rusak setelah pesawat kargo Prime Air melampaui batas landasan pacu dan menabrak kendaraan di Bandara Internasional Miami, Florida, pada 6 September 2026. CHANDAN KHANNA / AFP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah pesawat kargo yang digunakan Amazon Air mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat (AS) pada Senin (7/9/2026) dini hari waktu Indonesia. Pesawat itu dilaporkan gagal berhenti di landasan pacu ketika mendarat, menerjang beberapa kendaraan karenanya, dan menyebabkan lima orang tewas di tempat.

Seturut CNN, pesawat yang digunakan Amazon Air tersebut semula terbang dari San Juan, Puerto Rico. Pada Minggu (6/7) siang waktu setempat atau Senin dini hari waktu Indonesia, pesawat itu dijadwalkan mendarat di Bandara Miami, Florida.

Keterangan pihak Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) menyebut pesawat tersebut kemudian mendarat sesuai jadwal. Namun, ketika tiba di landasan pacu, pilot gagal menghentikan laju pesawat.

Hal tersebut membuat pesawat terus melaju hingga ke luar area landasan pacu dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam. Akibatnya pesawat menerjang apa saja yang ada di depannya, termasuk sejumlah kendaraan.

Menukil BBC, jumlah korban jiwa yang terkonfirmasi berjumlah lima orang. Ditemukan pula sejumlah orang yang terluka.

“Setidaknya lima orang telah kehilangan nyawa, dan lima lainnya terluka,” tutur Wali Kota Miami-Dade County, Daniella Levine Cava dalam konferensi pers pasca insiden.

Sementara itu, pihak Pemadam Kebakaran Miami menjelaskan bahwa tiga dari lima korban luka akibat insiden itu disebut tengah dalam kondisi kritis. Namun, Levine Cava menyebut bahwa kelima korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit dengan “cedera yang belum diketahui”.

Kepala Pemadam Kebakaran Miami, Raied Jadallah, menyebut bahwa para korban ditemukan dalam keadaan yang memprihatinkan. Sejumlah korban ditemukan terjebak baik di dalam atau di bawah kendaraan yang ringsek diterjang pesawat.

Para pejabat setempat menjelaskan bahwa masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab insiden itu terjadi. Namun, mereka memastikan insiden ini akan diselidiki oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS.

Ketika insiden terjadi, pesawat kargo Boeing 767-300 itu terdaftar tengah melakukan perjalanan untuk Amazon Air (dulu Amazon Prime Air), divisi logistik perusahaan teknologi Amazon. Namun, pengoperasian pesawat itu dilakukan oleh 21 Air, perusahaan jasa penerbangan carter yang berbasis di North Carolina.

Kedua perusahaan itu telah memastikan akan bersikap kooperatif terhadap seluruh penyelidikan terkait insiden ini. Dalam keterangannya, Amazon menyatakan mereka “akan bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan apa pun”.

Imbas kecelakaan tersebut, Bandara Internasional Miami lumpuh. Seluruh penerbangan hari Senin ditunda, memaksa para penumpang pesawat memesan ulang tiket mereka untuk kemudian hari. Melansir ABC News, lebih dari 160 penerbangan telah dibatalkan dan lebih dari 300 penerbangan ditunda akibat insiden ini.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN PESAWAT atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar