tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan seluruh pesawat Garuda Indonesia yang saat ini tidak beroperasi dapat kembali terbang pada tahun 2026. Rencana ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi maskapai nasional tersebut.
Managing Director Danantara Indonesia, Febriany Eddy, mengungkapkan bahwa banyak armada Garuda yang masih terparkir atau grounded di hangar sejak masa pandemi Covid-19.
“Target kami adalah tahun depan semua yang hari ini grounded semua bisa terbang, tentu bertahap ya,” ujarnya dalam media briefing, di Wisma Danantara, dikutip Sabtu (15/11/2025).
Menurut Febriany, pesawat yang tidak beroperasi dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan hilangnya pendapatan sementara kewajiban seperti pembayaran sewa pesawat tetap berjalan. Kerugian operasional yang ditanggung maskapai pun semakin membesar.
Oleh karena itu, dana segar yang disuntikkan Danantara ke Garuda dialokasikan terutama untuk kebutuhan perawatan pesawat agar dapat beroperasi kembali.
Febriany menjelaskan bahwa pesawat-pesawat tersebut tidak dapat terbang karena belum menjalani perawatan yang diperlukan. Biaya perawatan ini dinilai sangat mendesak mengingat besarnya kerugian yang telah terjadi.
“Setiap hari menunda, maka semakin besar lubang yang harus ditutup,” ucapnya.
Sumber pendanaan ini berasal dari penambahan modal oleh PT Danantara Asset Management sebesar Rp23,67 triliun, yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (12/11/2025).
Dari total tersebut, alokasi sebesar Rp8,7 triliun atau 37 persen ditujukan untuk modal kerja Garuda, termasuk perawatan dan pemeliharaan armada.
Sementara itu, sisanya sebesar Rp14,9 triliun atau 63 persen dialokasikan untuk mendukung operasional anak perusahaan, Citilink. Rinciannya adalah Rp11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp3,7 triliun untuk melunasi kewajiban pembelian bahan bakar ke Pertamina periode 2019–2021.
Febriany juga menyoroti kondisi armada Citilink yang disebutkan justru lebih banyak tidak beroperasi dibandingkan Garuda. Melalui suntikan dana ini, diharapkan kedua maskapai dapat kembali mengudara dan tidak saling bersaing secara tidak sehat di rute-rute tertentu.
“Garuda dan Citilink itu tidak murni sinergi, makanya itu juga salah satu transformasi yang kami lakukan,” paparnya.
Berdasarkan data resmi Garuda Indonesia per 31 Mei 2025, maskapai ini memiliki 77 unit pesawat dengan rincian Boeing 777-300ER, Boeing 737-800NG, Airbus A330-200, Airbus A330-300, dan Airbus A330-900neo. Rata-rata usia armada tersebut adalah 13,06 tahun.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id



































