tirto.id - Pesawat angkut Airbus A400M kedua yang dipesan Indonesia ditargetkan akan tiba di Indonesia pada akhir Maret 2026. Pesawat ini bakal menjadi kendaraan angkut strategis terbaru TNI Angkatan Udara yang memiliki panjang 45,1 meter dan bentang sayap 42,5 meter.
“Untuk Airbus A400M diperkirakan tiba di Indonesia pada akhir Maret 2024,” ujar Karo Infohan Setjen Kemenhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
Meski begitu, Rico tak menyebutkan detail tanggal pasti ketibaan pesawat angkut militer itu.
Sebagai informasi, pesawat Airbus A400M ini merupakan pesanan Indonesia yang kedua. Pesawat pertama sebelumnya tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (3/11/2025) pukul 07.35 WIB.
Pesawat angkut itu tiba usai menempuh perjalanan tiga hari dari Pusat Pelatihan Internasional Airbus Military and Defence, Sevilla, Spanyol.
Head of International at Airbus Defence and Space, Karl-Heinz Grossman, mengatakan pesawat A400M yang diserahkan ke Indonesia memiliki konfigurasi untuk berbagai misi, di antaranya angkutan kargo, transportasi pasukan, evakuasi medis (MEDEVAC), dan misi kemanusiaan.
Pesawat ini mampu mengangkut muatan maksimum hingga 37 ton, mencakup helikopter, kendaraan, dan bantuan logistik.
“Hari ini, kami dengan bangga menyambut Indonesia sebagai operator kesepuluh pesawat A400M. Penyerahan ini menjadi bukti nyata atas kepercayaan terhadap kemampuan multiperan pesawat A400M dan kesesuaiannya untuk beroperasi di berbagai kondisi menantang seperti geografis Indonesia yang kompleks,” tutur Grossman dalam keterangan resmi, Senin (3/11/2025).
“Untuk misi rata-rata dengan muatan 30 ton, A400M dapat terbang sejauh 2.400 mil laut, mencakup seluruh wilayah kepulauan Indonesia dari Jakarta,” ujar dia.
Menurut Grossman, pesawat ini dirancang untuk fleksibilitas operasional. A400M mampu beroperasi di landasan pacu yang pendek maupun tidak beraspal, serta berfungsi sebagai pesawat multiperan untuk pengisian bahan bakar di udara, menjadikannya pengganda kekuatan yang dapat memperluas jangkauan operasional TNI AU. Perangkat modular roll-on/roll-off ini memungkinkan pesawat A400M untuk dikonfigurasi dengan cepat menjadi pesawat pemadam kebakaran udara, yang mampu membawa hingga 20.000 liter air atau bahan retardant dalam satu kali misi.
“Kapabilitas baru ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan di wilayah-wilayah terpencil dan sulit dijangkau,” ungkap Karl.
Grossman juga mengemukakan bahwa Indonesia akan mengkaji potensi pengintegrasian perangkat pemadam kebakaran (firefighting kit) pesawat A400M yang baru dikembangkan pada kedua pesawat tersebut. Pihaknya pun menantikan kerja sama erat dengan TNI AU saat mulai mengoperasikan pesawat A400M untuk berbagai misi nasional maupun regional.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































