tirto.id -
Ganjar meminta masyarakat segera melapor ke polisi apabila menemukan kejadian baru terkait hal-hal yang meresahkan seperti peristiwa perusakan makam ini.
"Laporkan polisi saja, biar dicek bener nggak, begitu bener segera proses," kata Ganjar di Kabupaten Semarang, seperti rilis yang diterima Tirto, Kamis (3/1/2019).
Ganjar bahkan enggan mengomentari soal kemungkinan adanya potensi kerusuhan akibat isu SARA yang mengikuti kejadian tersebut. "Tidak usah dikembangkan [ke arah sana]," katanya.
Sebelumnya di hadapan ribuan kyai yang menghadiri Haul KH Abdul Malik ke-31 di Ngawinan, Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Ganjar menekankan bahaya hoaks dan fitnah yang kini marak.
Fitnah yang banyak menyebar lewat media sosial ini, menurutnya, telah membahayakan kerukunan masyarakat, terutama dalam hal toleransi beragama.
Untuk itu, Ganjar meminta peran pemimpin, baik tokoh masyarakat maupun ulama, untuk membimbing warganya. Paling utama adalah berpikir yang positif dalam menyikapi segala isu yang berkembang, termasuk SARA.
"Para pemimpin harus mengajak berpikir positif dan optimis. Dengan seperti itu, optimisme berbangsa akan terus tumbuh di lubuk masyarakat. Kita yakin, semoga negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini tetap ada sampai hari kiamat," katanya.
Sebelumnya data dari Kapolresta Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan total 21 makam muslim maupun kristiani di tiga TPU yakni Giriloyo, Kiringan, Malangan, Kota Magelang dirusak orang tak dikenal.
Berdasarkan penelusuran reporter Tirto, total ada 22 nisan makam yang dirusak di empat pemakaman yang berbeda.
Masing-masing di TPU Giriloyo ada 12 makam, terdiri dari 11 makam umat kristiani dan satu makam muslim; di Pemakaman Segadoeng ada satu makam kristiani rusak; di Makam Kampung Kiringan ada delapan makam terdiri dari enam makam kristiani dan dua makam muslim; yang terakhir satu makam rusak di Pemakaman Malangan.
Penelusuran reporter Tirto dibenarkan Kapolresta Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan saat dihubungi Kamis (3/12/2019). Namun, untuk yang di Pemakaman Segadong, pihak kepolisian belum melakukan pendataan.
Editor: Maya Saputri